Event

Cerita Perjalanan Dieng Culture Festival 2018 Bareng Guideku.com

Kami menembus kabut dengan suhu minus satu derajat celcius ke Dieng Culture Festival 2018.

Dany Garjito

Persiapan Prosesi Ruwatan Cukur Gembel Dieng Culture Festival 2018, (4/8/2018). (Guideku.com/Dany)
Persiapan Prosesi Ruwatan Cukur Gembel Dieng Culture Festival 2018, (4/8/2018). (Guideku.com/Dany)

Guideku.com - Dieng Culture Festival 2018 digelar pada 3-5 Agustus di Dataran Tinggi Dieng.

Kali ini Guideku.com berkesempatan untuk liputan ke Dieng Culture Festival 2018, salah satu event wisata budaya terbesar di Dieng.

Perjalanan diawali dari Jogja. Kami berangkat jam 7 malam. Cukup malam untuk perjalanan yang relatif jauh.

Kami pilih rute ke Dieng melewati jalan Magelang. Karena udah laper, kami makan dulu di Resto Merapi di kawasan Kotabaru.

Nasi Goreng, ayam goreng dan rawon menjadi menu yang kita pilih di sini. Kami bahkan sampai nambah-nambah. Suatu hal yang akan kami sesali nanti.

Kurang lebih jam 8, kami melanjutkan perjalanan melalui jalan Magelang. Belum jauh dari melalui rute Jogja - Magelang, rasa kantuk sudah melanda. "Gara-gara rawon nih pasti", kelakar yang kami.

Akhirnya kami ngopi dulu di mini market. Setelah dirasa melek lagi, kami lanjutkan perjalanan.

Baca juga: Seribu Lampion Dieng Culture Festival 2018 Hiasi Angkasa

Di jalan, kami ngobrol ngalor-ngidul biar nggak ngantuk lagi. Jalanan relatif lancar dan cenderung "kurang menantang".

Lagi-lagi suatu kesombongan kami tunjukkan, yang akan kami sesali juga sebentar lagi.

Dan benar saja, masuk jalur menuju Dieng via perkebunan teh Tambi, kami dihadapkan dengan jalan yang rusak, dan bisa dibilang relatif parah.

Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Bayangkan, kami hanya berdua di dalam mobil, dan tidak ada kendaraan lain, melewati jalan yang rusak parah, di kanan kiri kami adalah perkebunan teh. Sepi, sunyi dan mencekam.

Bukan, bukan hantu yang paling kami takutkan, (takut juga sih). Kami lebih khawatir kalau ada begal. Karena begal nggak cukup hanya dilawan dengan Ayat Kursi.

Cerita Perjalanan Dieng Culture Festival 2018. (Guideku.com/Dany)
Berburu perlengkapan bertahan dari suhu ekstrem Dieng. (Guideku.com/Dany)

Kami sempat berunding, apa mau lanjut atau balik arah. Akhirnya kami balik arah ke arah warung yang sempat kami lalui tadi.

Itupun kami sempat kesasar lagi, akibat Google Maps tak bisa diakses karena koneksi internet hilang.

Singkat cerita kami berhasil kembali ke warung sebelum masuk area perkebunan teh yang jalannya rusak parah. Asli parah banget itu!

Di warung, kami pesan teh panas, sambil tanya-tanya jalan ke Dieng.

Bapak pemilik warung mengatakan bahwa jalan paling cepat ya memang harus melalui jalan di tengah perkebunan teh Tambi. Meskipun memang jalannya sedang diperbaiki.

"Iso mas tapi adoh banget," ("Bisa sih kalau mau turun lagi, tapi muternya jauh banget untuk sampai ke Dieng,") kata bapak pemilik warung.

Dan setelah kami rasa banyak motor dan mobil lain yang naik dan akan lewat jalan rusak, akhirnya kami kembali naik ke jalan menuju Dieng via Perkebunan teh Tambi yang tengah diperbaiki.

Dan ternyata benar kok, setelah beberapa kilometer jalan rusak, kami pun masuk ke daerah yang jalannya lumayan lebih bagus. Kami sempat istirahat, dan salah satu tim kami beli sweater sarung tangan dan kupluk kepala. Karena udah diiingiiin buanget.

Cerita Perjalanan Dieng Culture Festival 2018. (instagram.com/@aryadidarwanto)
Suhu dingin Dieng minus satu derajat Celcius. (instagram.com/@aryadidarwanto)

Kami sampai di Dieng pada jam 4 pagi. Dan coba tebak, berapa suhu Dieng saat itu? Minus 1 derajat Celcius! Brrrrrr!!

Itulah cerita perjalanan ke Dieng Culture Festival 2018 bersama Guideku.com!

Simak juga pengalaman kami yang lain di berbagai acara di Dieng Culture Festival 2018!

Berita Terkait

Berita Terkini