Uniknya Pasa Hwal, Tradisi Perebutan Kepemimpinan ala Suku Dayak

Bacanya bikin inget Wakanda, nih!

Angga Roni Priambodo | Amertiya Saraswati
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:30 WIB
Ilustrasi Suku Dayak (Pixabay/darwisalwan)

Ilustrasi Suku Dayak (Pixabay/darwisalwan)

Guideku.com - Kalau kamu penggemar Marvel dan sudah menonton film Black Panther, pasti kamu tak asing dengan adegan upacara tradisional untuk merebut gelar kepemimpinan yang mengharuskan para calonnya untuk bertarung.

Dalam film itu, dikisahkan bahwa seorang pemimpin haruslah kuat agar dapat melindungi sukunya dari bahaya yang mengancam.

Nah, tahukah kamu kalau upacara tradisional macam ini ternyata benar-benar ada? Nggak perlu jauh-jauh ke Wakanda, kamu bisa menemukannya di daerah Kalimantan Utara, lho!

Upacara tradisional ini dinamakan Pasa Hwal atau yang berarti gulat tradisional. Pasa Hwal sendiri merupakan salah satu budaya suku Dayak Sa'ban yang ditampilkan dalam Festival Budaya Irau Malinau 2018.

Pasa Hwal, Upacara Tradisional Suku Dayak (instagram.com/pesonaindahborneo)
Pasa Hwal, Upacara Tradisional Suku Dayak (instagram.com/pesonaindahborneo)

Pada Festival Budaya Irau Malinau, para penonton dapat melihat pria dewasa dari suku Dayak Sa'ban bergulat untuk memperebutkan gelar kepemimpinan.

Budaya ini sendiri berawal dari persaingan dua bersaudara di zaman dulu kala.

Awalnya, mereka bersaing untuk melompati batu tinggi dengan bambu runcing tajam di bagian atasnya. Atraksi pertama ini disebut Sa'ban Telmeh.

Dikisahkan, sang adik menjadi pemenang dalam lomba Sa'ban Telmeh ini. Tak terima, kakaknya pun kembali menantang adiknya melalui Pasa Hwal (gulat). Namun, lagi-lagi sang adiklah yang menang dan diangkat sebagai pemimpin.

Baca Juga: Di Kampung Ini Emas Ditempa Menyerupai Daun, Seperti Apa?

Pasa Hwal, Upacara Tradisional Suku Dayak (instagram.com/pesonaindahborneo)
Pasa Hwal, Upacara Tradisional Suku Dayak (instagram.com/pesonaindahborneo)

Masyarakat suku Dayak Sa'ban masih sangat menghormati tradisi ini. Bagi mereka, hanya yang terkuat dan terbaiklah yang berhak untuk mendapat gelar pemimpin.

Di sisi lain, mereka yang kalah dalam perlombaan Pasa Hwal akan diangkat menjadi prajurit. Tugas mereka adalah menjaga dan mempertahankan desa dari serangan musuh.

Meski kedengarannya tak biasa di zaman yang serba modern ini, namun suku Dayak Sa'ban tetap mempertahankan tradisi mereka sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah.

Bahkan, dalam Festival Budaya Irau Malinau 2018 ini, kamu bisa bertemu suku Dayak Sa'ban yang memiliki potongan rambut khas dan mengenakan busana dari kulit kayu, lho.

Unik juga kan, travelers?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
GEF SGP Indonesia merupakan salah satu lembaga yang dinilai turut membesarkan petani kopi tingkat lokal....
event | 16:09 WIB
Dalam kirab besok, Kerabat Keraton Solo KGPH Adipati Dipokusumo menjelaskan jumlah peserta kirab sekitar 5.000 orang....
event | 11:56 WIB
Bank Mandiri berencana memanfaatkan jaringan globalnya untuk memperkenalkan kearifan lokal Yogyakarta....
event | 12:28 WIB
Para pengunjung pun dapat berkesempatan untuk mendapat tiket undian dengan hadiah berlari di Berlin....
event | 10:38 WIB
Sebagai atlet profesional, joki menanggung risiko tinggi di setiap pertandingan....
event | 11:21 WIB
ARTJOG 2025 - Motif: Amalan, Dimulai 20 Juni!...
event | 13:49 WIB
Maskapai nasional, termasuk Garuda, Citilink, & Lion Air Group, diskon tarif tiket pesawat saat libur sekolah hingga 31 ...
event | 10:22 WIB
Bagi Anda yang tengah merencanakan liburan atau perjalanan bisnis, festival ini bisa menjadi momen tepat dapat penawaran...
event | 14:19 WIB
Desa Wironanggan, tepatnya di Kampung Karanglo, menjadi bagian dari Kampung Berseri Astra (KBA), program yang mengangkat...
event | 09:47 WIB
Di tangan warga Tabek, maggot bukan sekadar pengurai limbah, tetapi juga sumber penghasilan....
event | 09:25 WIB