Jum'at, 19 April 2019

Tak Hanya Tari Teatrikal, Ini yang Bikin Flying Cow Spesial

Salut!

Angga Roni Priambodo | Aditya Prasanda
(destilte official)
(destilte official)

Guideku.com - Ada yang spesial dalam pagelaran tari teatrikal 'Flying Cow' yang akan digelar di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta.

Bukan hanya sebab disajikan kelompok tari teatrikal ajaib asal Belanda, Dance Company De Stilte, pagelaran yang dipersembahkan pusat kebudayaan Belanda di Indonesia, Erasmus Huis bekerja bersama Warta Jazz ini akan turut mendatangkan sekitar 260 anak yatim piatu dari panti asuhan yang tersebar di Yogyakarta.

''Kami mengundang anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan yang disupport Organda Jogja,'' ujar Aji Wartono, perwakilan dari Warta Jazz, selaku organizer acara dalam temu media yang diadakan di The Phoenix Hotel, Yogyakarta.

(Guideku.com/Adit)
(Guideku.com/Adit)

 

Menggandeng Organisasi Angkatan Darat (Organda) Yogyakarta, 260 anak yatim piatu tersebut akan memperoleh akses transportasi gratis pulang dan pergi bersama bus-bus yang telah disiapkan Organda.

Erasmus Huis dan Warta Jazz, berharap acara ini dapat memberikan hiburan sekaligus pengetahuan baru bagi mereka.

Sadar acara ini didasari kegiatan sosial, Organda bahkan tak memungut biaya sekalipun, sebaliknya, mendukung penuh dengan menyiapkan bus-bus yang siap beroperasi.

''Karena ini kegiatan sosial, kita dukung penuh untuk antar dan jemput anak yatim piatu dari panti asuhan,'' ungkap Hantoro, Dewan Pimpinan Daerah Organda Yogyakarta.

(De Stilte x Erasmus Huis Official)
(De Stilte x Erasmus Huis Official)

 

'Flying Cow', sapi terbang, seperti namanya tari teatrikal ini berusaha membawa para penonton untuk menjelajahi imajinasi terliar mereka.

Tari teatrikal yang berasal dari cerita tentang persahabatan dan kisah anak-anak ini akan menghadirkan elemen-elemen multi tafsir seperti telur yang berguling, hingga wanita tua yang menyeret sapi terbang.

''Sapi terbang merupakan perlambang bahwa semua hal bisa terjadi. Penonton bebas menyelami imajinasi terdalam mereka. Tidak ada benar dan salah,'' ungkap Kaia Vercammen salah seorang penari De Stilte yang akan turut tampil.

Kaia menambahkan, De Stilte pada dasarnya disajikan untuk anak-anak namun saat ditampilkan juga dapat dinikmati oleh beragam kalangan.

''Memang awalnya diciptakan untuk anak-anak namun dapat dinikmati semua kalangan. Sebab tari itu bersifat universal, bahkan lebih luas ketimbang sebuah kata,'' lanjut Kaia.

De Stilte, kelompok tari yang didirikan sejak tahun 1994 ini telah hilir mudik ke penjuru dunia, baik di pentas umum dan sekolah, memperkenalkan tari dan merangsang rasa ingin tahu anak-anak melalui tari teatrikal mereka.

Pentas mereka di Yogyakarta, akan dihelat Concert Hall Taman Budaya, Rabu, 16 Januari 2019 pukul 19.00 WIB.

Terkait

Terkini