Senin, 25 Maret 2019

Mengenal Hidup nan Harmonis, Ini 4 Filosofi di Balik Ritual Nyepi

Hidup selaras dengan alam, manusia dan Sang Pencipta.

Dany Garjito | Aditya Prasanda
(Pixabay Dezalb)
(Pixabay Dezalb)

Guideku.com - Setahun sekali, umat Hindu akan menjalani ritual Nyepi.

Ritual yang dijalankan mengiringi proses pergantian tahun Caka ini memiliki filosofi bergantinya kehidupan lama menuju kehidupan baru.

Melalui Nyepi, manusia belajar mendekap keheningan, memahami arti hidup dalam suasana damai nan tenang dan selaras.

(Pixabay Mariamichelle)
(Pixabay Mariamichelle)

 

Lewat Nyepi pula, manusia mengevaluasi hubungannya dengan alam, sesama manusia dan Tuhan.

Terdapat empat pantangan yang tak boleh dilanggar tatkala umat Hindu menjalani ritual ini.

1. Tak boleh menyalakan api

Api merupakan perlambang hawa nafsu. Saat hari raya Nyepi, umat Hindu akan menjalani Amati Geni, tidak menyalakan api maupun sumber cahaya lainnya sebagai simbol melawan hawa nafsu.

2. Tidak bekerja

Manusia pada dasarnya membutuhkan istirahat. Sebab itu, saat menjalani Nyepi, umat Hindu harus melakoni Amati Karya, tidak boleh melakukan aktivitas apapun termasuk bekerja.

Saat Amati Karya, manusia diberi kesempatan untuk mengevaluasi dirinya dalam keheningan.

3. Tidak bersenang-senang

Saat Nyepi, umat Hindu harus melakoni Amati Lalanguan, mengendalikan diri untuk tidak bersenang-senang dan foya-foya.

4. Tidak bepergian

Saat Nyepi pula, umat Hindu harus mengendalikan keinginannya bepergian. Tetap diam di rumah sembari mengevaluasi kembali apa yang telah ia lakukan setahun terakhir.

Terkait

Terkini