Penari Tradisional Menangis saat Tariannya Diabaikan, Sedih Banget Lihatnya

RIP etika apresiasi, miris!

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Kamis, 14 Maret 2019 | 20:00 WIB
Viral Penari Rampak Kenang Diabaikan (twitter.com/askmenfess)

Viral Penari Rampak Kenang Diabaikan (twitter.com/askmenfess)

Guideku.com - Kurangnya apresiasi terhadap seni dan budaya Indonesia sudah lama menjadi bahan perbincangan. Namun, sebuah video yang belum lama ini beredar menegaskan betapa miris dan kurangnya apresiasi masyarakat Indonesia terhadap tari tradisional.

Video itu sendiri awalnya diunggah akun twitter @lattecookiess dan disebarkan ulang oleh akun @askmenfess.

Disebut-sebut, video viral tersebut diambil dalam suatu acara yang berlokasi di Monumen Perjuangan Kota.

Dalam video, tampak dua orang penari berbaju merah serta seorang pemain kendang yang duduk sedikit ke belakang.

Viral Penari Rampak Kenang Diabaikan (twitter.com/askmenfess)
Viral Penari Rampak Kenang Diabaikan (twitter.com/askmenfess)

Para penari itu juga tampak membawa stik untuk memukul kendang, salah satu ciri khas dari tari tradisional Rampak Kendang.

Fyi, Rampak Kendang sendiri merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Jawa Barat yang berarti pertunjukan kendang secara bersama-sama. Selain itu, pertunjukan ini sering digabungkan dengan kesenian seperti Tari Jaipong.

Meski begitu, sayang sekali pertunjukan Rampak Kendang yang dibawakan tersebut tidak mendapat apresiasi.

Ya, bukannya berhenti dan menonton, dapat terlihat jelas para peserta acara melewati para penari itu dan bahkan mengganggu jalannya pertunjukan.

Viral Penari Rampak Kenang Diabaikan (twitter.com/askmenfess)
Viral Penari Rampak Kenang Diabaikan (twitter.com/askmenfess)

Tampak pula orang-orang yang membawa kamera malah berdiri dan menghalangi gerakan tarian meski ada yang sudah memperingatkan.

Terlepas dari semua itu, para penari yang ada tetap berusaha terlihat profesional dan tersenyum sembari melanjutkan pertunjukan.

Baca Juga: Dimas Anggara Cium Nadine Chandrawinata di Raja Ampat, Tangis Netizen Pecah

Melihat aksi ini, banyak netizen pun merasa geram dan miris karenanya.

''Itu banyak bgt loh yg lewat, satupun gada yg ngehargai? what? pak? bu?''

''Panitia acaranya sih yang salah nih, gapake pembatas atau dibuat tempat khusus buat diliat.''

''Aku pernah jd penari, kalo jd mbaknya turun panggung auto nangis.''

''Belajarlah menghargai sesuatu, mau itu mengenai seni atau yang lainnya dan hargailah hal sekecil apapun itu,'' tambah netizen lain.

Berikut videonya:

Semoga kejadian macam ini tak terulang lagi dan kita bisa belajar untuk lebih mengapresiasi sesama ya, travelers!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
GEF SGP Indonesia merupakan salah satu lembaga yang dinilai turut membesarkan petani kopi tingkat lokal....
event | 16:09 WIB
Dalam kirab besok, Kerabat Keraton Solo KGPH Adipati Dipokusumo menjelaskan jumlah peserta kirab sekitar 5.000 orang....
event | 11:56 WIB
Bank Mandiri berencana memanfaatkan jaringan globalnya untuk memperkenalkan kearifan lokal Yogyakarta....
event | 12:28 WIB
Para pengunjung pun dapat berkesempatan untuk mendapat tiket undian dengan hadiah berlari di Berlin....
event | 10:38 WIB
Sebagai atlet profesional, joki menanggung risiko tinggi di setiap pertandingan....
event | 11:21 WIB
ARTJOG 2025 - Motif: Amalan, Dimulai 20 Juni!...
event | 13:49 WIB
Maskapai nasional, termasuk Garuda, Citilink, & Lion Air Group, diskon tarif tiket pesawat saat libur sekolah hingga 31 ...
event | 10:22 WIB
Bagi Anda yang tengah merencanakan liburan atau perjalanan bisnis, festival ini bisa menjadi momen tepat dapat penawaran...
event | 14:19 WIB
Desa Wironanggan, tepatnya di Kampung Karanglo, menjadi bagian dari Kampung Berseri Astra (KBA), program yang mengangkat...
event | 09:47 WIB
Di tangan warga Tabek, maggot bukan sekadar pengurai limbah, tetapi juga sumber penghasilan....
event | 09:25 WIB