Kamis, 17 Oktober 2019

Aksi #SelokanMemanggil, Ajak Warga Jogja Bersihkan Selokan Mataram Kering

Sampah-sampah berserakan di Selokan Mataram yang kering.

Dany Garjito
Selokan Mataram kering - (Twitter/@ogiklo)
Selokan Mataram kering - (Twitter/@ogiklo)

Guideku.com - Aksi #SelokanMemanggil, sebuah upaya mengajak warga Jogja bersihkan Selokan Mataram yang kering.

Selokan Mataram beberapa hari belakangan membuat warga Yogyakarta heran.

Sudah lebih dari seminggu terakhir, Selokan Mataram mengalami kekeringan. Sejumlah warga yang sudah lama tinggal di Yogyakarta pun tak menyangkanya.

Beberapa dari mereka curhat di Twitter, mengatakan bahwa baru kali ini sebagian besar Selokan Mataram sama sekali tak dialiri air. Lantas, mereka meminta pihak berwenang memanfaatkan kondisi ini untuk pengerukan.

Namun, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak Ditjen SDA Kementerian PUPR mengatakan, "Tahun ini tidak ada pengerukan Selokan Mataram, pekerjaan tahun ini tertuju pada perbaikan dinding saluran yang rusak."

Tak sekadar kering, parahnya lagi, banyak sampah yang mengotori kanal irigasi tersebut, yang menghubungkan Kali Progo di barat dan Sungai Opak di timur.

Selokan Mataram kering - (Twitter/@bbws_so)
Selokan Mataram kering - (Twitter/@bbws_so)

 

Salah satu yang melaporkan kondisi itu adalah pengguna akun Twitter @ogiklo.

Ia dan temannya, @akunusam, kemudian berinisiatif membuat gerakan #SelokanMemanggil, dengan agenda membersihkan Selokan Mataram pada Sabtu (5/10/2019) pukul 15.00 WIB.

"Halo, melanjutkan thread mas @ogiklo terkait banyaknya sampah di selokan ketika kering kayak sekarang. Aku dan Mas Ogik inisiatif untuk mengajak teman-teman turun dan ikut bersih-bersih hehe. Btw, wajib perhatikan apa-apa yang harus diperhatikan ya. Jangan sampai niat aksi jadi sensasi," cuit @akunusam, Jumat (4/10/2019).

Ia mengaku sempat membicarakan #SelokanMemanggil dengan dinas terkait.

Selokan Mataram kering - (Twitter/@akunusam)
Selokan Mataram kering - (Twitter/@akunusam)

 

"Ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi, salah satunya mengingat akan banyak sampah berbentuk pecahan kaca/botol, mohon perhatikan alas kakinya. Sebisa mungkin pakai sepatu dan perhatikan langkah. Ini penting ya," tulisya.

Selain itu, warga yang berniat mengikuti gerakan #SelokanMemanggil juga diimbau untuk tak meletakkan sampah di pinggir jalan begitu saja, juga tak memaksakan diri membersihkan seluruh saluran yang sangat panjang itu sampai selesai.

"Sebisa kita, seselesainya kita, jangan dipaksa juga ya. Kalau aksi besok lancar, mungkin bisa jadi aksi-aksi selanjutnya. Jogja kan tempat kita tinggal, rumah kita juga, jadi yuk," tambahnya.

SUARA.com/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Terkait

Terkini