Minggu, 05 April 2020

Berjualan di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, Pedagang Mainan Liong Laris

"Kalau pas sepi bisa dapat dua ratus ribu, tapi kalau ramai bisa berlipat-lipat," imbuhnya.

Dany Garjito
cloud_download Baca offline
Pedagang liong di Kampung Ketandan bisa raup untung besar di gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang dihelat selama sepekan, Minggu (2/2/2020). [Putu Ayu Palupi / Kontributor]
Pedagang liong di Kampung Ketandan bisa raup untung besar di gelaran Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang dihelat selama sepekan, Minggu (2/2/2020). [Putu Ayu Palupi / Kontributor]

Guideku.com - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) dibuka Minggu (02/02/2020) malam ini di Kampung Ketandan, Malioboro. Event tahunan Jogja yang digelar sejak 15 tahun terakhir sebagai rangkaian perayaan Imlek ini nyatanya mendatangkan berkah bagi para pedagang mainan.

Jauh-jauh datang dari Kampung Jamblang, Cirebon, sejumlah penjual mainan liong dan barongsai menjajal peruntungannya. Selama beberapa hari terakhir, mereka menjajakan beragam mainan liong dan barongsai yang menjadi kesenian kas warga Tionghoa tersebut.

"Kami datang pakai mobil carteran. Berjualan di sini selama perayaan," ujar  Adi Sunardi (27), salah seorang pedagang mainan liong dan barongsai, Minggu (2/2/2020), seperti dikutip dari SuaraJogja.id.

Adi mengaku bisa meraup pendapatan yang lumayan besar setiap PBTY meski hanya datang setahun sekali. Mainan liong dan barongsai yang dijualnya dengan harga Rp25.000 hingga Rp70.000 bisa habis terjual setiap tahunnya.

Hal senada disampaikan pedagang mainan lainnya, Supriyanto (29) yang mengaku selalu mendapatkan berkah saat PBTY. Dagangannya laris -manis warga yang menikmati festival budaya tersebut.

"Kalau pas sepi bisa dapat dua ratus ribu, tapi kalau ramai bisa berlipat-lipat," imbuhnya.

Sementara, Pekan BudayaTionghoa Yogyakarta (PBTY) akan digelar selama sepekan mulai Minggu (02/02/2020) malam ini merupakan gelaran ke-15 kalinya dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek.

Agenda rutin tiap Imlek ini diharapkan bisa membangkitkan pariwisata DIY pascaisu virus corona.

"PBTY tahun ini cukup istimewa karena bisa jadi ajang memulihkan pariwisata Jogja setelah isu virus corona ada dimana-mana, termasuk di Jogja meski tidak terbukti ada," ungkap Sekretaris Daerah (sekda) DIY, Baskara Aji saat dihubungi, Minggu (02/02/2020) siang.

Menurut Aji, PBTY yang digelar selama seminggu lebih juga diharapkan mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah atau asing. Apalagi Februari ini masih masuk low season wisatawan berkunjung di DIY.

Ia menyebut ada beragam suguhan acara dan kuliner yang akan memeriahkan PBTY tahun ini. Di antaranya Yogyakarta Dragon Festival ke-9, panggung hiburan, lomba budaya Mandarin, bazaar kuliner, pertunjukan wayang potehi dan akukturasi budaya Tionghoa dan Jawa.

Selain itu ada gelaran pameran Rumah Peranakan tahun ini di PBTY. Rumah ini merupakan rumah Kapiten Tan Jien Sing atau KRT Secodiningrat. Kapiten Tan Jien Sing dikenal sebagai generasi awal etnis Tionghoa di DIY. Rumahya sendiri saat ini sudah dibeli Dinas Kebudayaan DIY.

"Kegiatan (PBTY) ini bagus dan tanggapan masyarakat pun bagus sehingga jadi calender of event DIY. Biasanya tamu (wisatawan) cukup banyak. Diharapkan ada terus hal-hal baru yang disuguhkan," ungkapnya.

Kontributor: Putu Ayu Palupi

SuaraJogja.id/Galih Priatmojo

Terkait

Terkini