Sabtu, 22 Februari 2020

Bisa Cicipi Lontong Cap Gomeh, Serunya Berburu Kuliner di PBTY XV 2020

Biasanya sulit dicari, kuliner bakcang dan lontong cap gomeh dapat ditemukan dengan mudah di PBTY XV 2020.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Arendya Nariswari
cloud_download Baca offline
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XV 2020. (Guideku.com/Arendya)
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XV 2020. (Guideku.com/Arendya)

Guideku.com - Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020 memang sudah berlalu. Namun, kemeriahan Tahun Baru Imlek masih bisa kalian rasakan di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XV 2020.

Berlangsung pada tanggal 2-8 Februari 2020, PBTY XV 2020 kembali bertempat di kampung pecinan Ketandan. Berlokasi tak jauh dari Malioboro, tentu saja perayaan PBTY XV 2020 juga mencuri perhatian para wisatawan dari berbagai daerah.

Di PBTY XV 2020 ini, Guideku.com kebetulan tertarik untuk mencoba jelajah rasa dengan mencicipi sejumlah kuliner andalannya. Segudang kuliner di PBTY XV 2020 ini memang menarik dan banyak macamnya, mulai dari yang tradisional hingga kekinian seperti minuman boba misalnya.

Tetapi jangan lupa, jika berkunjung ke PBTY XV 2020 ini kalian wajib mencicipi Lontong Cap Gomeh. Lontong Cap Gomeh merupakan kuliner peranakan yang sekilas tampilannya mirip dengan lontong opor.

Lontong Cap Gomeh di PBTY XV 2020. (Guideku/Arendya)
Lontong Cap Gomeh di PBTY XV 2020. (Guideku/Arendya)

 

Bedanya, kuliner peranakan Tionghoa Indonesia ini terdapat pada bubuk koya-nya yang menggugah selera.

Di dalam satu porsi Lontong Cap Gomeh sendiri terdapat ayam suwir yang dimasak layaknya opor, sambal goreng hati, acar, pindang, dan bubuk koya.

Satu porsi Lontong Cap Gomeh ini sendiri dibanderol seharga Rp 25 ribuan. Mengandung filosofi, usut punya usut Lontong Cap Gomeh ini hanya disajikan pada hari ke 15 setelah perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung.

Di luar perayaan PBTY XV 2020, kuliner Lontong Cap Gomeh ini terbilang sulit untuk dicari, lho.

Selain Lontong Cap Gomeh, kalian juga wajib mencicipi bakcang. Makanan tradisional khas masyarakat Tionghoa ini merupakan olahan beras ketan dengan isian daging babi yang kemudian dibalut dengan daun, lalu diikat meggunakan benang.

Saat berada di PBTY XV 2020, kami menemukan sajian bakcang yang tak biasa. Jika umumnya berisi daging babi, ada salah satu kedai menjual bakcang vegan.

Bakcang vegan di PBTY XV 2020. (Guideku/Arendya)
Bakcang vegan di PBTY XV 2020. (Guideku/Arendya)

 

Bakcang vegan ini tetap dibuat dengan menggunakan beras ketan. Bedanya, daging babi di dalam bakcang diganti dengan olahan tempe dan jamur lezat.

Bakcang vegan di PBTY XV 2020 ini dapat kalian cicipi dengan harga Rp 15 ribu per porsinya.

Sebenarnya masih banyak lagi kuliner lainnya yang menarik untuk dicicipi di PBTY XV 2020. Kita bisa menikmati lezatnya baby octopus, ayam gantung, dragon breath, wedang tahun dan masih banyak lagi lainnya.

Cumi cumi bakar di PBTY XV 2020. (Guideku/Arendya)
Cumi cumi bakar di PBTY XV 2020. (Guideku/Arendya)

 

Jika tertarik, travelers bisa langsung dapat ke kampung pecinan Ketandan untuk mencicipi ragam kuliner ini.

Sangat disarankan untuk datang mulai sekitar pukul 4 sore jika kalian tidak ingin mengantre berburu ketika kuliner di PBTY XV 2020. Selamat mencoba, travelers!

Terkait

Terkini