Sabtu, 22 Februari 2020

ARTOTEL Jogja Kembali Gelar Pameran Seni, Gandeng Komunitas Fotografi KPY

Mengusung tema "Ragamanungsa", pameran seni kontemporer di ARTOTEL Jogja hadir dalam bentuk fotografi.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)
Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)

Guideku.com - ARTOTEL Yogyakarta kembali hadir dengan pameran seni rutin di tahun 2020 ini. 

Dikenal sebagai salah hotel yang mengusung konsep seni kontemporer di Indonesia, kali ini ARTOTEL Yogyakarta memilih untuk menggaet komunitas fotografi lokal.

Guideku.com berkesempatan untuk hadir pada acara pembukaan pameran seni yang bertajuk "Ragamanungsa" di ARTSPACE yang berada di area lobby hotel ARTOTEL pada Rabu (12/02/2020).

Pada pameran kali ini, ARTOTEL Yogyakarta diketahui bekerja sama dengan Kelas Pagi Yogyakarta (KPY), sebuah komunitas fotografi yang sudah ada sejak tahun 2009 silam.

"KPY itu sebenarnya sebuah organisasi non profit. Sejarahnya dimulai dari Kelas Pagi Jakarta, inisiasi dari Anton Ismael, fotografer komersial yang merasa terpanggil untuk membagikan ilmunya secara gratis kepada yang membutuhkan," jelas Cak Ncop, kepala sekolah KPY angkatan 2019.

Dalam rangka memperkenalkan Kelas Pagi Yogyakarta lebih lanjut kepada masyarakat, KPY pun bekerja sama dengan ARTOTEL untuk menggelar pameran. Dalam pameran kali ini, ada 5 fotografer atau pameris yang ikut serta.

Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)
Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)

Kelima pameris tersebut datang dari anggota komunitas KPY antar angkatan sekaligus seorang mentor. Hal ini disampaikan AditZ, salah seorang pameris yang membawakan karya berupa ragam gerak tari dan olahraga beserta fashion.

"Sebenarnya saya diajak ikut pameran ini nggak lama, mempersiapkannya nggak lama. Ada beberapa karya yang memang juga tugas akhir di KPY. Cuma ini cetak baru semua," ujar AditZ mewakili para pameris lainnya.

"Karya saya sendiri proyek pribadi di tahun 2015, cuma belum pernah dipublish di pameran mana-mana," tambahnya.

AditZ sendiri diketahui membawakan karya berjudul "in Darkness and Light" yang menampilkan seorang penari balet sebagai Black Swan dan White Swan dalam pertunjukan balet Swan Lake.

Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)
Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)

Karya-karya yang ditampilkan di ARTSPACE milik ARTOTEL Yogyakarta sendiri semua memiliki gaya berbeda.

Selain AditZ yang membawa ragam gerak tari dan olahraga, ada fotografi dokumentasi binaraga jebor di Majalengka, model dalam balutan balik Parang Kusumo, gerak dan ekspresi penyanyi perempuan, serta sikap dan respons jiwa manusia dalam gerak raga.

Ini sesuai dengan tema besar yang diangkat, yaitu "Ragamanungsa" atau objek manusia.

"Kenapa objek manusia masih relevan? Karena boleh dibilang merepresentasikan objek manusia di tatanan fotografi tertentu itu lebih sulit. Nyatanya ada beberapa teman profesional, kalau disuruh motret benda bernyawa, mending nggak aja," jelas Cak Ncop.

"Ketika merepresentasikan foto manusia, itu tantangan apa yang harus ditampilkan. Karya-karya di sini mencoba menampilkan opsi cara melihat objek manusia melalui lensa," imbuhnya.

Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)
Pameran Fotografi Ragamanungsa di ARTOTEL Jogja (Guideku.com/Amertiya)

Sistem kurasi untuk memilih karya-karya dalam pameran "Ragamanungsa" sendiri dijelaskan oleh Gevi Noviyanti, direktur akademik KPY yang karyanya juga ikut ditampilkan.

"Proses pameran ini sebenarnya sangat-sangat singkat. Akhir tahun kemarin kita dapat tawaran dari ARTOTEL Jakarta, dari pusat, untuk kolaborasi bikin sesuatu," ucap Gevi. "ARTOTEL melihat Kelas Pagi cocok masuk di bulan Februari ini tentang edukasi."

Lewat pameran, ARTOTEL dan KPY memang ingin memperkenalkan proses pembelajaran di Kelas Pagi Yogyakarta sekaligus menunjukkan hasil karya anggota mereka.

"Foto-foto yang ditampilkan saat ini bukan foto yang baru banget, memang sudah diproduksi sebelumnya, lalu kira-kira apa ya yang menjadi benang merah dari foto yang dikirimkan ke pihak ARTOTEL."

"Oh, ini benang merahnya tentang manusia, dan beberapa hal yang menarik tentang bagaimana sosok manusia diterjemahkan oleh fotografer atau pameris. Tiap-tiap pameris itu berbeda," tambah Gevi.

Gevi Noviyanti sendiri memilih untuk menampilkan ekspresi seorang penyanyi perempuan di atas panggung lewat ketiga karya yang dipamerkannya.

"Setahun belakangan saya concern ke women musician, jadi ngulik penyanyi-penyanyi perempuan yang punya karya, punya makna yang dalam, punya message kuat untuk disampaikan ke publik. Dan saya merepresentasikannya ke bentuk visual, se-powerful apa sih. Itu bagian saya menyampaikan," pungkasnya.

Pameran seni fotografi "Ragamanungsa" sendiri bisa dilihat di ARTSPACE milik ARTOTEL Yogyakarta mulai tanggal 12 Februari  hingga 5 April 2020.

Terkait

Terkini