Ilustrasi makanan (Guideku.com)
Guideku.com - Kebudayaan di suatu daerah persis watak sosial dan geografisnya, begitu beragam dan unik.
Itulah mengapa etika yang tumbuh di masyarakat begitu bermacam.
Termasuk dalam soal menyikapi makanan. Tak terkecuali di lima negara yang dicatat Guideku.com berikut.
Seperti apa sih?
Perhatikan isi teh kamu saat di Dubai dan Kazakhstan

Di Dubai dan Kazakhstan, ada etika unik saat menyuguhkan secangkir teh.
Jika seorang tuan rumah menghidangkan teh setengah gelas, hal itu menandakan keinginannya untuk berbincang lama dengan tamu.
Namun, jika segelas teh penun disuguhkan, hal ini menandakan sang tuan rumah menginginkan tamunya beranjak dengan segera.
Tak perlu habiskan makanan di Cina
Jika kita di Indonesia, terbiasa dengan tradisi melahap hidangan hingga habis, berbeda halnya di Cina.
Di Negeri Tirai Bambu menghabiskan makanan dengan sempurna dan tak bersisa menandakan sang tuan rumah tak cukup sanggup memuaskan tamunya.
Menghabiskan makanan di Cina juga perlambang sang tamu masih begitu lapar. Sebab itu masyarakat disana terbiasa menyisakan makanan demi menghormati tamunya.
Baca Juga: Nggak Sembarangan, Ini 5 Etika Saat Berwisata ke Vietnam
Jangan meminta keju pada chef di Italia

Di Italia, jangan pernah sekalipun meminta tambahan keju atau extra cheese pada chef, sebab hal ini menandakan betapa kita telah merendahkan martabat sang juru masak.
Hati-hati meminta garam dan merica di Mesir dan Portugal
Sementara di Mesir dan Portugal, meminta tambahan garam dan merica menandakan betapa kita tak puas pada makanan yang disajikan sang chef.
Naruh sumpit di Jepang Nggak Boleh Sembarangan
Berhati-hatilah saat mencecap makanan menggunakan sumpit di Jepang.
Sebab jika kita meletakkan sumpit dalam posisi tegak lurus vertikal, kita bisa dianggap menghina tuan rumah.
Sumpit vertikal di Jepang hanya diperuntukkan untuk orang meninggal.
Itulah lima Etika Makan Berbagai Negara di Dunia versi Guideku.com!