Bertahan Hingga Lima Generasi, Menikmati Sajian Legendaris Jamu Ginggang

Cita rasa tradisional, warisan leluhur.

Dany Garjito | Aditya Prasanda
Kamis, 03 Januari 2019 | 10:30 WIB
(Instagram Dputra77)

(Instagram Dputra77)

Guideku.com - Melewati lima generasi sejak tahun 1950, kedai Jamu Ginggang tetap bertahan hingga hari ini. Dengan kualitas dan cita rasa jamu yang sama, dipertahankan sejak dahulu menggunakan bahan, peralatan dan teknik tradisional yang menghasilkan jamu berkhasiat nan pekat dan kental.

Mbah Joyo, abdi dalam kepercayaan Sri Pakualam VI, dikenal sebagai peracik jamu berkhasiat untuk pengobatan nan tersohor kala itu.

Atas saran Sri Pakualam VI, Mbah Joyo mendirikan warung 'Jamu Jawa Asli Tan Ginggang' sebagai penghubung antara keraton dan masyarakat setempat.

(Instagram Ayumeswara)
(Instagram Ayumeswara)

 

Kala itu, fungsi warung 'Jamu Jawa Asli Tan Ginggang' menyerupai angkringan hari ini, menjadi tempat pertemuan dan ruang dialog berbagai kalangan.

Hari ini, kita mengenalnya sebagai kedai Jamu Ginggang. Bermacam jenis jamu dari temu lawak, cabe puang, beras kencur hingga galian singset dijajakan disini.

Sajian jamu pun dapat dipilih, panas maupun dingin.

Untuk mengurangi cita rasanya nan pahit, kita dapat menambahkan telur dan madu.

Baca Juga: Klaten Mantap, Musim Liburan Umbul Ponggok Dapat Rp 100 Juta per Hari

(Instagram Dputra77)
(Instagram Dputra77)

 

Menyambangi Kedai Jamu Ginggang, kunjungilah Jalan Masjid Pakualam di bagian timur Pura Pakualam Yogyakarta.

Kita dapat mencicipi bermacam jamu dengan harga mulai dari Rp 6 ribu. Harga yang rendah hati untuk secangkir jamu legendaris.

 

 

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB