Selasa, 21 Mei 2019

Salah Beri Label, Toko Dituntut Pria yang Terlanjur Makan Daging Haram

Dia tak sadar daging yang dibelinya salah.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Ilustrasi Daging (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi Daging (Pixabay/Free-Photos)

Guideku.com - Perkara daging memang bisa menjadi topik sensitif di kalangan umat agama tertentu. Begitu pula halnya dengan lelaki beragama Hindu yang satu ini.

Dilaporkan laman Mirror, lelaki yang bernama Jaswinder Paul itu awalnya berniat membeli daging kambing dari supermarket setempat.

Sama sekali tidak curiga, Paul mengambil daging yang diberi label ''kambing panggang'' dan membelinya.

Namun, betapa terkejutnya dia saat menyadari bahwa daging yang dimakannya ternyata adalah daging sapi.

Padahal, seperti diketahui, sapi merupakan hewan sakral dan diharamkan untuk dimakan oleh penganut agama Hindu.

Ilustrasi Daging (Pixabay/Waldrebell)
Ilustrasi Daging (Pixabay/Waldrebell)

Akibat insiden ini, Paul pun mengklaim bahwa dirinya sudah ternoda dan keluarganya bahkan menolak bicara padanya sebelum dia melakukan ritual penyucian diri.

''Berdasarkan agamaku, aku harus kembali ke India dan melakukan ritual selama 4-6 minggu, kemudian disucikan oleh pendeta sehingga aku bisa meneruskan jalanku dalam beragama. Ini adalah proses yang panjang.''

Tidak hanya itu, Paul juga menyatakan bahwa ini berarti dia harus menutup tokonya yang berada di Selandia Baru, membayar tiket pesawat, akomodasi, dan makanan.

Meski begitu, supermarket yang bersangkutan hanya menawarinya voucher sebesar 200 dolar atau sekitar 2,8 juta saja.

Ilustrasi Sapi (Pixabay/ADD)
Ilustrasi Sapi (Pixabay/ADD)

''Aku mengerti masalah ini terlihat sederhana, tapi ini sangat berat bagiku. Aku melanggar sumpah agamaku akibat kecerobohan orang lain,'' tambah Paul.

Supermarket itu pun mengakui bahwa mereka memang salah memberi label saat itu. Sayang, mereka tetap menolak untuk membayar perjalanan Jaswinder Paul ke India.

Paul sendiri berkata bahwa dia tidak akan menyerah dan akan membawa kasus ini ke pengadilan bila perlu.

''Orang-orang di rumahku tidak akan menerimaku dalam kondisi melanggar sumpah agamaku ini,'' tutup Paul.

Terkait

Terkini