Kamis, 17 Oktober 2019

Terlihat Simpel, 5 Ulah Konsumen Ini Ternyata Dibenci Pelayan Restoran

Apa kamu termasuk konsumen yang suka melakukan hal-hal di bawah ini?

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Ilustrasi Pelayan (Unsplash/k8townsend)
Ilustrasi Pelayan (Unsplash/k8townsend)

Guideku.com - Bekerja menjadi pelayan restoran bukanlah hal mudah. Mulai dari jam kerja yang panjang hingga sikap konsumen yang tidak sopan, ada berbagai rintangan yang harus dihadapi pelayan restoran.

Namun, bukan cuma ulah konsumen yang tidak sopan atau membuat keributan, ternyata pelayan juga bisa sebal pada hal-hal kecil yang tanpa sadar dilakukan konsumen.

Bahkan, meski konsumen melakukannya dengan niat membantu, ada kalanya hal tersebut malah mengganggu kelancaran kerja seorang pelayan.

Nah, agar tidak membuat pelayan restoran kesal, maka ada baiknya jika pengunjung lebih memahami etika makan di restoran.

Dilansir Suara.com dari laman Ranker, inilah 5 hal kecil yang dilakukan konsumen dan tidak disukai oleh pelayan restoran.

Ilustrasi pelayan restoran. (Unsplash/Bimo Luki)
Ilustrasi pelayan restoran. (Unsplash/Bimo Luki)

1. Menjentikkan jari untuk memanggil pelayan

Saat restoran sedang penuh dan sibuk, tentunya pelayan harus bekerja berkali lipat lebih keras untuk memastikan semua pelanggan dilayani dengan baik.

Maka, tidak ada salahnya jika pelanggan bisa sedikit lebih sabar alih-alih menjentikkan jari berulang kali atau terus melambaikan tangan untuk memanggil pelayan.

2. Mengambil minuman langsung dari nampan

Barangkali karena terlalu haus atau malah sekadar ingin membantu, ada kalanya konsumen turut mengambil minuman yang dibawa pelayan di atas nampan.

Meski begitu, pelayan restoran ternyata tidak suka jika konsumen melakukan hal ini meski niatnya baik.

Hal ini dikarenakan pelayan tidak ingin minuman tersebut tumpah. Terlebih, membawa nampan yang berisi banyak minuman atau makanan membutuhkan keseimbangan tersendiri.

Jadi alih-alih mencoba membantu atau terburu-buru, pelayan akan lebih suka jika konsumen duduk tenang selagi dilayani.

3. Menumpuk piring yang penuh sisa makanan

Menumpuk piring di tengah memang hal yang dianjurkan untuk dilakukan. Selain lebih ringkas, hal ini juga akan memudahkan pelayan dalam membersihkan meja.

Meski begitu, ada baiknya jika konsumen tidak asal menumpuk piring yang masih berisi sisa makanan.

"Aku suka ketika konsumen menumpuk piring dengan baik, dan maksudku adalah semua sisa makanan dan peralatan makan ada di bagian teratas. Ini membantuku untuk menghemat waktu," ujar salah seorang pelayan seperti dilansir dari Ranker.

Namun, jika tidak bisa melakukannya, lebih baik konsumen meninggalkan piring di atas meja tanpa menumpuknya. Menumpuk piring yang masih berisi sisa makanan hanya akan membuat pelayan bekerja dua kali.

Ilustrasi Pelayan (Pixabay/kaicho20)
Ilustrasi Pelayan (Pixabay/kaicho20)

4. Memasukkan sampah ke dalam gelas

Kadang, agar terlihat ringkas, konsumen memilih untuk mengumpulkan sampah dan memasukkannya ke dalam gelas minuman yang sudah kosong.

Belum lagi, ada beberapa konsumen yang sengaja menekan sampah-sampah tersebut hingga ke dasar gelas.

Hal ini dapat menyusahkan pelayan dalam membersihkan sampah, juga membuang banyak waktu.

Jadi, daripada merepotkan, pelayan akan lebih suka konsumen yang mengumpulkan sampah dan meninggalkannya di atas meja.

5. Memesan tepat sebelum restoran tutup

Layaknya orang-orang lain yang memiliki pekerjaan, para pelayan pastinya juga ingin pulang kerja tepat waktu.

Tidak heran, pelayan akan membenci pelanggan yang datang menjelang waktu tutup dan memaksa untuk makan di tempat.

Meski para pelayan akan bersikap ramah, namun sebenarnya mereka sangat membenci konsumen yang datang 10 hingga 15 menit menjelang waktu tutup dan menuntut untuk dilayani.

Terkait

Terkini