Mengenal 6 Tingkat Kematangan Steak

Apa saja?

Rauhanda Riyantama | Aditya Prasanda
Sabtu, 20 Juli 2019 | 14:00 WIB
Ilustrasi steak (Unsplash)

Ilustrasi steak (Unsplash)

Guideku.com - Teruntuk para pecinta steak dan olahan daging bakar, tingkat kematangan daging bukan perkara sepele.

Sebab tingkat kematangan daging dapat berpengaruh betul terhadap cita rasa steak berdasarkan selera masing-masing.

Untuk memperoleh tingkat kematangan tertentu pun diperlukan teknik dan kelihaian menakar besar api serta tenggat waktu membakar steak.

Lantas seperti apa tingkat kematangan steak dalam jagat olahan daging? Berikut deretan tingkat kematangan steak yang dihimpun Guideku.com dari berbagai sumber. 

Blue rare

Daging steak dengan tingkat kematangan blue rare memiliki komposisi daging yang lebih banyak bagian mentahnya.

Sebab steak blue rare dimasak dalam waktu singkat, bagian dalam dagingnya cenderung berwarna merah segar. Sementara bagian luarnya tampak berwarna abu-abu.

Rare

Tingkat kematangan steak selanjutnya disebut rare.

Steak jenis ini memiliki komposisi 80 persen daging yang masih mentah.

Teksturnya pun terasa kenyal dan juicy.

Medium rare

Steak jenis medium rare memiliki tingkat kematangan hingga 60 persen.

Tekstur dagingnya pun terasa matang dan menyisakan bagian dalam daging yang terlihat merah.

Baca Juga: Lebih dari Seperempat Abad, Mencecap Pecel Sukun Malang nan Melegenda

Ilustrasi makan steak, daging merah. (Shutterstock)
Ilustrasi steak (Shutterstock)

 

Medium

Steak dengan tingkat kematangan medium merupakan yang paling diminati dalam jagat steak di berbagai belahan dunia.

Teksturnya yang empuk dan juicy menyisakan bagian dalam daging yang sedikit kemerahan.

Cita rasa dagingnya cenderung manis.

Medium well

Dengan tingkat kematangan steak sekitar 80 persen, steak medium well memiliki tekstur daging yang kenyal, cukup lembut dan sedikit berair.

Well done

Steak jenis ini memiliki tingkat kematangan utuh dan menyeluruh pada tiap bagian daging.

Tak sedikit pun bagian daging berwarna merah.

Teksturnya pun cenderung keras, kering dan tak juicy sebab seluruh lemak dalam daging telah terbakar.

Nah, mana favoritmu?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB