Food

5 Mitos Telur yang Masih Kita Percayai, Padahal Salah Kaprah

Sudah tahu fakta di balik mitos-mitos ini?

Dany Garjito | Amertiya Saraswati

Ilustrasi telur. (Pixabay)
Ilustrasi telur. (Pixabay)

Guideku.com - Baik anak-anak maupun orang dewasa, mayoritas orang-orang di dunia ini pasti pernah makan telur.

Tak cuma lezat, telur juga dapat dipadukan dengan aneka macam makanan atau digunakan untuk membuat makanan lain seperti roti hingga pasta.

Meski begitu, terlepas dari popularitas telur, ternyata masih ada banyak mitos seputar telur yang kita percayai.

Padahal, fakta menyatakan jika mitos-mitos seputar telur tersebut sama sekali tidak benar adanya.

Dilansir dari laman Insider, inilah 5 mitos tentang telur yang seharusmya tidak lagi dipercaya.

Ilustrasi Telur Rebus (Pixabay/ivabalk)
Ilustrasi Telur Rebus (Pixabay/ivabalk)

1. Telur harus dimasukkan ke dalam kulkas

Salah satu hal yang dipercaya orang-orang adalah telur harus disimpan dalam kulkas. Padahal, aturan ini ternyata hanya mitos dan tidak sepenuhnya benar.

Penyimpanan telur dalam kulkas sangat bergantung pada negara di mana kita tinggal.

Sebagai contoh, supermarket di Amerika Serikat biasanya menyimpan telur dalam kulkas karena mereka terbiasa mencuci telur sebelum dijual.

Proses pencucian ini membuat bagian cangkang telur yang berfungsi untuk melindungi telur dari bakteri terkikis. Itulah sebabnya telur di Amerika dimasukkan dalam kulkas.

Sebaliknya, di negara seperti Inggris, telur tidak dicuci sehingga bisa disimpan di luar ruangan.

2. Tidak sengaja memakan cangkang telur dapat berbahaya bagi kesehatan

Siapa yang tidak panik saat menemukan cangkang telur di dalam masakan atau malah tidak sengaja memakannya?

Selama ini, banyak yang berpendapat bahwa tidak sengaja menelan cangkang telur dapat berbahaya bagi kesehatan.

Namun, terlepas dari rasa tidak nyaman yang ada, menelan cangkang telur sebenarnya sama sekali tidak berbahaya.

Hanya saja, menelan cangkang yang berukuran cukup besar dapat memiliki potensi untuk melukai tenggorokan atau ususmu.

Ilustrasi pria memasak telur. (Unsplash/rawpixel)
Ilustrasi pria memasak telur. (Unsplash/rawpixel)

3. Gumpalan darah kecil di telur adalah tanda telur akan berubah menjadi anak ayam

Pernahkah kamu memecah telur dan mendapati ada setitik gumpalan darah di bagian kuning telur?

Beberapa orang terkadang berpikir bahwa gumpalan darah ini adalah pertanda jika telur tersebut nantinya dapat menetas menjadi anak ayam.

Padahal, hal tersebut merupakan sesuatu yang dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau kekurangan vitamin A pada ayam betina.

Selain itu, adanya setitik gumpalan darah sama sekali tidak membuat telur berbahaya saat dimakan.

4. Gumpalan seperti kapas putih di telur harus dihilangkan

Selain setitik gumpalan darah, ada kalanya kita menemukan gumpalan mirip kapas atau benang yang menempel ke bagian kuning telur.

Bagi yang belum tahu, gumpalan putih mirip benang tersebut dinamakan "chalazae" dan bertugas untuk membantu agar kuning telur tetap berada di bagian tengah.

Gumpalan ini sama sekali tidak berbahaya, sehingga tidak perlu dihilangkan sebelum memasak. Selain itu, keberadaannya pun tidak akan mengubah rasa telur atau masakan.

Ilustrasi Telur (Pixabay/emirkrasnic)
Ilustrasi Telur (Pixabay/emirkrasnic)

5. Telur berukuran kecil berasal dari ayam yang kecil, dan sebaliknya

Terakhir, ada anggapan bahwa telur yang berukuran kecil dihasilkan oleh ayam yang berukuran kecil saja dan sebaliknya.

Meski tidak seratus persen salah, nyatanya ada variabel lain yang membantu menentukan besar telur selain ukuran sang induk ayam.

Beberapa variabel tersebut adalah umur dan makanan sang ayam.

Normalnya, ayam yang berumur semakin tua akan menghasilkan telur yang berukuran lebih besar.

Berita Terkait

Berita Terkini