Diprotes Buka Kembali Ekspor Benih Lobster, Ini Pembelaan KKP

Sebelumnya ekspor benih lobster dilarang oleh Susi Pudjiastuti ketika masih menjabat Menteri KKP

Dany Garjito
Rabu, 18 Desember 2019 | 10:00 WIB
Ilustrasi benih lobster (dok istimewa)

Ilustrasi benih lobster (dok istimewa)

Guideku.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di bawah Menteri Edhy Prabowo memiliki rencana untuk kembai membuka akses ekspor benih lobster. Kebijakan tersebut sebelumnya dilarang oleh Susi Pudjiastuti.

Atas kebijakan ini banyak kalangan yang mengkritisi kebijakan Menteri Eddy Prabowo tersebut.

Situasi ini membuat Kementerian KKP angkat suara. Dalam keterangan persnya Senin (16/12/2019), Kepala Biro Kerja Sama dan Humas KKP Lilly Aprilya Pregiwati mengatakan, setidaknya ada 6 poin garis besar yang harus diketahui oleh masyarakat tentang bakal diberlakukannya lagi ekspor benih lobster.

Berikut 6 poin tersebut:

Pertama, Indonesia merupakan negara penghasil benih lobster terbesar di dunia yang berasal dari hasil tangkapan di alam. Di beberapa daerah, ribuan nelayan kecil menggantungkan hidup dari perdagangan benih lobster ini.

Kedua, penyelundupan benih lobster untuk di ekspor ke luar negeri juga marak terjadi sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan ekosistem lobster di alam.

Ketiga, saat ini KKP tengah mengkaji dan merumuskan kembali kebijakan pemanfaatan benih lobster bersama para pemangku kepentingan dan para pakar/ahli yang terdiri dari para peneliti dan akademisi, serta meminta masukan dan saran para pelaku usaha dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lobster di alam dan keberlangsungan ekonomi masyarakat nelayan.

Baca Juga: Jakarta Banjir Lagi, Netizen Sindir Anies: Stok Kambing Hitam Masih Banyak

Keempat, kebijakan yang tengah dikaji terutama berkaitan dengan pemanfaatan benih lobster hasil tangkapan di alam, dengan mengatur ulang perdagangan benih lobster dan rencana pengembangan teknologi pembesaran benih lobster hingga ukuran konsumsi di dalam negeri.

Kelima, KKP menyatakan, bahwa kebijakan ini masih dalam proses pengkajian, memerlukan waktu hingga siap untuk disosialisasikan.

Keenam, atas nama KKP, Lily mengajak semua pihak bersabar menunggu hasil kajian secara komprehensif oleh KKP dan tidak membuat kesimpulan sendiri sehingga dapat menimbulkan informasi yang simpang siur.

SUARA.com/Mohammad Fadil Djailani

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB