Jum'at, 14 Mei 2021

Sebelum Bilang Masakan Hotel Tidak Enak, Cek Dulu Penjelasan Chef Ini

"Tukang masak pasti tidak akan pernah bisa memuaskan semua lidah tamu," cuit seorang chef.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fitri Asta Pramesti
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Dapur Hotel. (pixabay.com/Free-Photos)
Ilustrasi Dapur Hotel. (pixabay.com/Free-Photos)

Guideku.com - Enak tidaknya suatu masakan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Itu bisa saja berkaitan dengan kemampuan koki, bahan-bahan, hingga faktor selera dari yang mencicipi.

Beberapa waktu lalu, seorang warganet sempat mengunggah cuitan tentang pengalamannya merasakan sushi yang kurang enak di sebuah hotel berbintang empat.

Menilik dari pengalamannya itu, ia pun berspekulasi tentang masakan hotel yang acapkali punya rasa kurang lezat.

"Pertama kali coba sushi pas lagi di hotel dan ternyata rasanya mau nangis. Maaf, tidak enak banget fess," cuit seorang warganet sebagaimana dikutip melalui akun Twitter Foodfess, @foodfess2, Sabtu (11/1/2020).

Cuitan Chef Soal Masakan Hotel. (twitter.com/tiarbah)
Cuitan Chef Soal Masakan Hotel. (twitter.com/tiarbah)

Ia menambahkan, apakah memang sushi memiliki rasa yang aneh dan cenderung asin? Ia juga mempertanyakan apakah kemungkinan sushi yang dicobanya ini merupakan sushi abal-abal.

"Padahal aku di hotel bintang 4. Emang, sih, mungkin hotel rasanya aneh semua. Apa mungkin karena itu?" tulisnya di akhir cuitannya.

Menanggapi cuitan warganet ini, Chef Tiar memberikan penjelasan melalui akun Twitter pribadinya, @tiarbah.

"Benarkah makanan hotel rasanya aneh semua? Mari kita bahas apa yang salah," tulis chef Tiar mengawali tweet, seperti dikutip Guideku.com, Sabtu (11/1/2020).

Menurut Chef Tiar, rasa aneh bisa saja disebabkan oleh pikiran orang yang memakan masakan yang tidak biasa ia makan sehari-hari.

Faktor Biaya

Ia menegaskan jika memukul rata semua masakan hotel tidak enak, tentu saja itu adalah hal yang tidak benar. Misalnya, beberapa masakan hotel bintang kecil tidak selezat hotel bintang 5 bisa jadi dikarenakan faktor biaya.

Selain itu, imbuh Chef Tiar, mahalnya harga sewa hotel tidak selalu berbanding lurus dengan enaknya masakan hotel tersebut. Kenapa?

"Biaya kamar yang kita bayar, ternyata tidak semuanya lari ke makanan. Ke room, service, dan lain-lain. Yang ke makanan juga tidak gede-gede amat. Kadang nih, hotel budget harus bikin makanan dari anggaran yg terbatas," tulisnya.

Anggaran kurang mencukupi dengan banyaknya menu yang harus disajikan disebut berpengaruh terhadap sajian masakan yang tidak maksimal.

Kualitas Koki

Chef Tiar menyebut, kualitas sang koko juga memberikan dampak tersendiri bagi rasa masakan yang dihasilkan. Misalnya, chef hotel bintang 5 dengan kemampuan yang lebih mumpuni tentu akan menghasikan masakan lebih enak daripada chef hotel bintang lebih kecil.

"Tidak jarang hotel cuma punya sedikit staf kitchen, jadi orang dapurnya dituntut semua bisa makanan mulai dari Indonesia, Asia, Chinese, India, Mediterania. Belum lagi produk dessert-nya, cake, roti, pastry. Bayangin deh, menguasai masakan Indonesia saja susahnya bukan main," imbuhnya.

Ilustrasi Sajian Sushi. (pixabay.com/DesignNPrint)
Ilustrasi Sajian Sushi. (pixabay.com/DesignNPrint)

Soal kasus sushi yang tidak enak tadi, Chef Tiar menyebut, bisa jadi ini karena kualitas kokinya yang kurang mumpuni di bidang masakan Jepang atau mungkin juga bahan masakan yang kurang memadai.

Faktor Waktu

Perihal waktu, menilik beberapa kasus tentang masakan Indonesia ala hotel yang dianggap cenderung kurang lezat, Chef Tiar menjelaskan terkadang waktu yang dibutuhkan tidak sebanding dengan proses yang harus dilalui untuk menyiapkan masakan Indonesia.

"Masakan Indonesia itu prosesnya panjang. Mulai dari bumbu yang banyak, mengolahnya harus lama biar tidak bau langu. Sementara dapur hotel dituntut cepat. Alhasil ada waktu yang harus dikorbankan," jelasnya.

Pada akhirnya, rasa kembali ke soal selera. Tidak enak di lidah satu, belum tentu sama tidak enaknya di lidah yang lain. Para koki tidak bisa memuaskan semua orang dengan selera 'enaknya' masing-masing.

"Tukang masak, pasti tidak akan pernah bisa muasin semua lidah tamu. Rasa makanan biasanya dibikin "hambar". Enggak yang tidak pakai rasa, atau yang rasanya "nendang" banget. Jadinya diambil jalan tengah dengan rasa yang simpel aja," tulis @tiarbah.

Terkait

Terkini