Sabtu, 04 April 2020

Segarnya Saoto Bathok Mbah Katro, Cita Rasa Soto Sapi di Tepi Sawah

Terkenal unik nan lezat, soto sapi Mbah Katro dijamin membuat ketagihan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Soto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)
Soto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)

Guideku.com - Siapa yang tak suka makan soto? Baik di pagi, siang, maupun malam hari, kuliner yang satu ini senantiasa dicari banyak orang.

Di Yogyakarta sendiri, ada satu warung soto yang terkenal karena keunikannya. Nama warung tersebut adalah Saoto Bathok Mbah Katro.

Terletak di daerah Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman, warung soto ini terlihat sederhana jika dilihat dari luar.

Saat datang, Anda pun akan disambut dengan para pegawai Saoto Bathok Mbah Katro yang lantas menanyakan pesanan.

Setelah itu, barulah travelers bisa memilih tempat duduk di dalam. Tidak seperti rumah makan yang memiliki area tertutup, Saoto Bathok Mbah Katro ini memiliki area yang masih berlantai tanah dan dipenuhi deretan saung.

Ya, inilah salah satu keunikan warung Saoto Bathok Mbah Karto, yaitu letaknya yang berada di tepi sawah dan menawarkan panorama hijau nan asri.

Saoto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)
Saoto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)

Nama Saoto Bathok sendiri mungkin memang terdengar asing di telinga. Alih-alih soto, Mbah Katro selaku pemilik menamai warungnya dengan kata 'saoto'.

Hal ini dikarenakan Mbah Katro terbiasa menyebut soto sebagai 'saoto'. Diketahui, sosok Mbah Katro sendiri berasal dari Kulon Progo.

Di sisi lain, ide menggunakan bathok atau tempurung kelapa sebagai pengganti mangkuk ternyata memang sudah ada sejak awal pendirian.

"Awalnya iseng-iseng aja, jadi Mbah Katro memunculkan ide untuk menggunakan bathok biar jadi ciri khas warung kami, dan kami makan di tengah sawah begini," ujar Asdi, penanggung jawab di warung Saoto Bathok Mbah Katro saat diwawancara Guideku.com, Rabu (19/2/2020).

Warung ini sendiri sudah buka sejak Oktober 2014 silam. Namun, hingga kini, warung Saoto Bathok Mbah Katro masih ramai dan diburu pengunjung.

Saoto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)
Saoto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)

Saat mengunjungi Saoto Bathok Mbah Katro, tim Guideku.com sendiri menjajal menu soto sapi disertai lauk berupa tempe goreng dan sate telur puyuh.

Sesuai namanya, soto di sini merupakan perpaduan dari potongan daging sapi, kecambah, dan kuah kaldu yang segar.

Soto tersebut lantas disajikan dengan nasi, yang dapat dipilih apakah hendak dicampur atau dipisah.

Selain rasa kuah kaldu yang gurih dan hangat, pengunjung Saoto Bathok Mbah Katro juga disarankan memesan tempe goreng yang ada.

Pasalnya, makan soto di sini baru akan terasa lengkap dengan tambahan lauk tempe goreng yang digoreng renyah tersebut.

Saoto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)
Saoto Bathok Mbah Katro (Guideku.com/Amertiya)

Karena kelezatannya yang membuat pengunjung ketagihan, tidak heran jika warung soto sederhana ini dapat menjual hampir seribu bathok per hari.

Sementara pada akhir pekan, jumlah mangkok soto yang terjual bisa sampai dua kali lipatnya.

Selain soto yang selalu laris manis, kesuksesan warung Saoto Bathok Mbah Katro ini juga terlihat dari jumlah karyawan yang ada.

"Karyawan tetap kami 21, tapi biasanya kalau hari Sabtu-Minggu kami cari part time," imbuh Asdi.

Saoto Bathok Mbah Katro ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Tak perlu khawatir kehabisan, Saoto Bathok Mbah Katro selalu berusaha untuk menyediakan stok kuah yang berlimpah agar mencakup semua pengunjung.

Selain menikmati soto yang lezat di tengah sejuknya udara persawahan, travelers yang berkunjung kemari juga bisa menengok objek wisata Candi Sambisari yang terletak tak jauh dari warung soto tersebut.

Tertarik mencoba kuliner tepi sawah satu ini?

Terkait

Terkini