Selasa, 15 Juni 2021

Keterlaluan, Pelaku Vandalisme Tulis 'Virus Corona' di Restoran Jepang Ini

Sedih, restoran Jepang di Perancis ini kena aksi vandalisme kelompok tak bertanggung jawab.

Angga Roni Priambodo | Arendya Nariswari
cloud_download Baca offline
Sedih, restoran Jepang di Perancis ini kena vandalisme bertuliskan 'virus corona' (Twitter/@Lecoachjp)
Sedih, restoran Jepang di Perancis ini kena vandalisme bertuliskan 'virus corona' (Twitter/@Lecoachjp)

Guideku.com - Mewabahnya virus corona memang mengkhawatirkan seluruh warga dunia. Namun, bukan berarti adanya virus corona ini membuat seseorang lantas bersikap rasis satu sama lain.

Seperti halnya yang belum lama ini terjadi di Perancis. Dilansir Guideku.com dari laman Nextshark, Senin (24/2/2020), sebuah restoran Jepang di Perancis mendapatkan perlakuan rasis oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab.

Restoran Jepang yang terletak di Rue de la Michodiere, Perancis ini memperoleh aksi tak mengenakan berupa vandalisme.

Parahnya lagi, aksi vandalisme di restoran Jepang ini bertuliskan 'Coronavirus' atau virus corona. Tulisan virus corona ini ukurannya tak main-main alias hampir menutupi bagian depan restoran.

Seember cat berwarna biru muda juga terlihat dilemparkan ke arah pintu masuk restoran Jepang tersebut.

Sedih, restoran Jepang di Perancis ini kena vandalisme bertuliskan 'virus corona' (Twitter/@Lecoachjp)
Sedih, restoran Jepang di Perancis ini kena vandalisme bertuliskan 'virus corona' (Twitter/@Lecoachjp)

"Perancis Asia, atau Jepang, menjadi sasaran diskriminasi rasial karena virus corona!" cuit akun @Lecoachjp.

Restoran bernama Yuki ini padahal sangat populer dengan hidangan khas Jepang mereka, mulai dari sushi, sashimi hingga sajian yakitori-nya.

Tidak sedikit netizen khususnya warga Jepang yang menyayangkan aksi vandalisme tersebut. Mereka mengatakan tidak seharusnya pelaku merusak restoran di Jepang itu dengan tulisan virus corona.

Cuitan tentang aksi rasis sekaligus vandalisme yang menimpa sebuah restoran Jepang di Perancis ini telah mendapatkan lebih dari 12 ribu retweet dan 16 ribu likes.

Wah, semoga kasus vandalisme bertuliskan virus corona yang mengandung unsur rasisme ini tak terulang kembali ya.

Terkait

Terkini