Lawan Rasisme Restoran Akibat Virus Corona, Warga Australia Lakukan Ini!

Puluhan restoran China di Australia alami penurunan penjualan, warga lakukan kampanye kemanusiaan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Arendya Nariswari
Selasa, 25 Februari 2020 | 20:00 WIB
Ilustrasi Makan (Pixabay/fancycrave1)

Ilustrasi Makan (Pixabay/fancycrave1)

Guideku.com - Merebaknya virus corona, membuat sebagian orang salah sangka dan bertindak rasis, tak terkecuali halnya dengan yang terjadi di Australia.

Dikutip Guideku.com dari laman Next Shark, Selasa (25/2/2020), tidak sedikit restoran China dan Asia yang mengalami penurunan pendapatan. Bahkan beberapa restoran China dan Asia nyaris tutup karena sepi pembeli.

"Ini situasi yang sangat sulit, pelanggan takut akan virus corona sehingga jumlah pelanggan kami berkurang," sebut Chan salah seorang pemilik restoran Shark Fin di Melbourne.

Salut, Warga Lakukan Ini Demi Ramaikan Kembali Restoran China di Australia. (Twitter/@AshUKTradeCQ)
Salut, Warga Lakukan Ini Demi Ramaikan Kembali Restoran China di Australia. (Twitter/@AshUKTradeCQ)

 

Chan juga terpaksa menutup restorannya karena penjualan makanan menurun drastis hingga 80 persen.

Hal ini mendorong segelintir warga Australia yang peduli sesama dengan menggalakan kampanye bertema #IWillEatWithYou.

Baca Juga: Keterlaluan, Pelaku Vandalisme Tulis 'Virus Corona' di Restoran Jepang Ini

Kampanye ini sengaja dilakukan demi mendukung bisnis lokal warga China di Australia dan negara lain agar tidak gulung tikar.

Siapa sangka, kampanye ini disambut baik oleh warga Australia. Berbondong-bondong mereka mengunggah foto sedang makan bersama keluarga dan kerabat di restoran China.

Salut, Warga Lakukan Ini Demi Ramaikan Kembali Restoran China di Australia. (Twitter/@GlobalUCD)
Salut, Warga Lakukan Ini Demi Ramaikan Kembali Restoran China di Australia. (Twitter/@GlobalUCD)

"Tim UCD Global sedang menikmati makan siang saat istirahat di restoran China, dim sum = yum! #iwilleatwithyou," tulis akun @GlobalUCD sambil menyertakan foto.

Terakhir, kampanye yang diciptakan oleh warga Australia tersebut telah menyebar hingga Irlandia dan Amerika Serikat serta London.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB