Dari Petani ke Bisnis Kopi, Begini Perjalanan Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta

Terkenal di Temanggung, Cerita Kopi Mukidi hadir di Yogyakarta.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Minggu, 01 Maret 2020 | 08:30 WIB
Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Guideku.com - Yogyakarta merupakan salah satu kota yang memiliki banyak gerai kopi. Tak terhitung banyaknya jumlah gerai kopi yang kini dibuka di Jogja.

Terbaru, ada gerai kopi bernama 'Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta'. Sedikit unik, gerai tersebut rupanya milik seorang petani asal Temanggung.

Sabtu (29/02/2020) kemarin, gerai Cerita Kopi Mukidi ini resmi dibuka di Yogyakarta. Letaknya ada di Homestay Omah Pitoe di Jl. Namburan Lor No. 7, Panembahan, Kraton, Yogyakarta.

Mukidi (42) adalah seorang petani sekaligus pemilik Rumah Kopi Mukidi yang awalnya mendirikan kedai kopi di Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Temanggung.

Berawal dari budidaya kopi di lahan seluas 1 hektare pada 2001 silam, Mukidi pun berinisiatif untuk mendorong kemandirian petani dengan membuat kedai kopi.

Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

"Mimpi saya dari SMP, dari kelas 3 SMP, cita-cita jadi apa? Jadi petani berdasi," ungkap Mukidi dalam acara bincang-bincang 'Kopi Tak Pernah Salah' di Omah Pitoe.

"Dari lahan sempit, saya bermimpi ingin kaya," tambahnya sambil bercanda.

Mukidi memang terbilang sukses dalam usaha gerai kopi miliknya. Total, sudah ada 3 outlet di Temanggung, yaitu Rumah Mukidi di Parakan, Kopi Mukidi Pringsurat, dan Kopi Mukidi Growo. Sementara, outlet di Yogyakarta menjadi gerai pertamanya di luar Temanggung.

"Tadi saya cerita pengen kaya, semua orang pasti pengen kaya. Yang melatarbelakangi saya sebenarnya ingin merubah orang di desa. Agar petani sah memiliki kekuatan kapital," jelasnya.

Baca Juga: Nggak Mau Ketinggalan, Via Vallen Ikut Nikmati Keindahan Ranu Manduro

Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)
Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta (Guideku.com/Amertiya)

Perjalanan 'Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta' sendiri ternyata cukup panjang.

Sebelum resmi membuka gerai di Yogyakarta, Retta Simson selaku pengelola cabang Jogja butuh waktu setahun untuk membujuk Mukidi.

"Kebetulan saya seneng kopi dan dapet suasananya. Jadi kalau temen-temen ke Rumah Kopi Mukidi yang di rumahnya sendiri, itu luar biasa nyaman karena temen-temen bisa lihat Sindoro-Sumbing bersamaan," cerita Retta Simson.

"Di pertemuan yang ke berapa saya dapet ide aja, 'Pak ke Jogja mau nggak?' Kebetulan saya juga punya homestay, kenapa nggak ada kopi. Dan kebetulan kopi lokal Temanggung lagi naik," tambah Retta.

Selain usaha kopi, Mukidi ternyata juga telah merilis buku yang bertajuk 'Cerita Cinta Kopi Mukidi'. Bahkan, nantinya, Mukidi juga bermaksud untuk merilis buku lanjutannya.

Nah, apa travelers tertarik mencicip kopi asli Temanggung satu ini? Bagi yang berminat, travelers bisa langsung mengunjungi 'Cerita Kopi Mukidi Yogyakarta' di Omah Pitoe Yogyakarta, ya!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB