Sabtu, 19 Juni 2021

Sering Ditawari Obat Penggemuk Badan, Jokowi: Ini kok Gencar Sekali?

"Di Instagram saya sendiri banyak yang menawarkan obat penggemuk badan. Ditujukan kepada saya atau ke siapa?" ungkap Jokowi.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendung Kamijoro di perbatasan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul, Selasa (31/12/2019). - (SUARA kontributor/Julianto)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendung Kamijoro di perbatasan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul, Selasa (31/12/2019). - (SUARA kontributor/Julianto)

Guideku.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru-baru ini bercerita tentang apa yang ditemukan dalam komentar postingan Instagram miliknya. Ia heran karena serang menemukan penawaran obat penggemuk badan dalam kolom komentar.

Cerita ditawari obat penggemuk badan  ini ia ungkap saat mengisi acara Indonesia Digital Economy 2020 di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (27/2/2020) lalu.

Melalui akun Instagram miliknya, Jokowi menambahkan, "Di Instagram saya sendiri banyak yang menawarkan obat penggemuk badan. Ditujukan kepada saya atau ke siapa? Ini kok gencar sekali?"

Ia mengaku melihat betapa banyak unggahan di Twitter, Facebook, Instagram dan grup WhatApp yang digunakan sebagai lapak penjual produk kebutuhan sehari-hari.

Ternyata, fenomena ini malah ia simpulkan sebagai bentuk kreativitas masyarakat Indonesia di era digital.

Jokowi saat mengisi acara Indonesia Digital Economy 2020 di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (27/2/2020). (Instagram/Jokowi)
Jokowi saat mengisi acara Indonesia Digital Economy 2020 di The Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (27/2/2020). (Instagram/Jokowi)

 

Jokowi memaparkan, saat ini Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar dengan pertumbuhan paling cepat di ASEAN.

Ia menjelaskan nilai ekonomi Indonesia paa tahun 2019 mengalami kenaikan pesat hingga 40 miliar dolar AS atau senilai 560 triliun rupiah. Ia memperkirakan bahwa tahun 2025 ekonomi digital Indonesia bakal mencapai 133 miliar dolar AS.

Ekosistem startup yang bagus juga dianggap menjadi modal Indonesia untuk berkembang dalam persaingan pasar digital.

"Indonesia juga tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara. Kita memiliki 2.193 startup. Dan itu belum cukup. Potensi pasar digital kita masih sangat besar. Di tahun 2018 saja, ada 171 juta pengguna internet di Indonesia," tulis Jokowi di Instagram. (Suara.com/ Farah Nabilla).

Terkait

Terkini