Lawan Covid-19, Pabrik Soju Sumbang Stok Alkohol untuk Jadi Hand Sanitizer

Salut, pabrik soju pun turut berpartisipasi memerangi penyebaran corona di Korea Selatan.

Silfa Humairah | Amertiya Saraswati
Jum'at, 06 Maret 2020 | 11:00 WIB
Ilustrasi soju, minuman beralkohol dari Korea Selatan. (Pixabay/gteddy)

Ilustrasi soju, minuman beralkohol dari Korea Selatan. (Pixabay/gteddy)

Guideku.com - Salah satu jenis alkohol dari Korea Selatan yang namanya sudah familiar di Indonesia adalah soju.

Memiliki kadar alkohol 17-20 persen, soju merupakan minuman beralkohol yang populer di Korea Selatan dan namanya kini juga sudah mendunia.

Meski begitu, dalam rangka membantu memerangi penyebaran virus corona di Korea Selatan, pabrik soju setempat pun dikabarkan akan turut menyumbangkan stok alkohol mereka.

Dilansir dari laman Reuters, stok alkohol ini diperlukan dalam rangka membuat lebih banyak hand sanitizer.

Sejak wabah virus corona yang menyebar di Korea Selatan, jumlah hand sanitizer dan masker di toko pun berkurang drastis. Total, sudah ada lebih dari 5.000 orang yang dinyatakan positif.

Karena alasan itulah, produsen soju di Korea Selatan akan ikut mendonasikan ethanol (zat alkohol) yang biasanya digunakan dalam membuat soju ke produsen hand sanitizer.

Ilustrasi Soju (Pexels/Markus Winkler)
Ilustrasi Soju (Pexels/Markus Winkler)

"Permintaan atas ethanol untuk membunuh kuman terus berkembang sementara persediaan terbatas... kami sudah memutuskan untuk ikut menyediakannnya," ungkap pihak dari Daesun Distilling di Busan.

Perusahaan Daesun Distilling sendiri berjanji akan mendonasikan 32 ton ethanol untuk keperluan disinfektan gedung dan lokasi publik di Busan dan Daegu.

Baca Juga: Sudah Tak Betah, Pegawai Restoran Ini Nekat Lompat dari Jendela Drive Thru

"Kami berencana untuk terus mendonasikan hingga penyebaran virus corona dapat dikendalikan dan kami berencana menambah 50 ton donasi."

Rakyat Korea Selatan sendiri rata-rata meminum 12 sloki soju per minggunya. Sementara, ethanol dalam minuman beralkohol dapat dihasilkan dari fermentasi gandum dan tanaman.

Menurut Lee Dukhwan, profesor kimia dari Universitas Sogang, ethanol untuk membuat minuman alkohol dan disinfektan memiliki struktur kimia serupa sehingga dapat menghancurkan partikel virus.

"Jika ada perbedaan, itu hanyalah pajak minuman keras yang dikenakan pada ethanol hasil produksi perusahaan minuman alkohol," tambahnya.

Catatan Redaksi:
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB