Senin, 02 Agustus 2021

8 Tradisi Lebaran yang Melekat di Indonesia, Ketupat Hingga Opor Ayam

. Berikut tradisi lebaran yang melekat di Indonesia.

Silfa Humairah
cloud_download Baca offline
Pedagang kulit ketupat di Palmerah, Jakarta, Senin (7/4). (Dok Suara.com)
Pedagang kulit ketupat di Palmerah, Jakarta, Senin (7/4). (Dok Suara.com)

Guideku.com - 8 Tradisi Lebaran yang Melekat di Indonesia, Ketupat Hingga Opor Ayam.

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri menjadi momen penting dan perayaan yang membahagian bagi umat muslim.

Lebaran yang selalu dirayakan setiap tahun identik dengan berbagai tradisi menyenangkan yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Di Indonesia sendiri, banyak kegiatan yang digelar sejak sepekan atau jelang Lebaran. Suasananya sudah dipastikan tampak berbeda dengan hari biasanya.

Menjadi sebuah tradisi yang begitu kental, dan telah menjadi hal wajib dijalankan secara turun temurun akan sangat dirindukan dan beberapa terpaksa tidak bisa dilakukan tahun ini karena pandemi virus corona. Berikut tradisi Hari Raya Idul Fitri yang melekat di Indonesia.

1. Mudik

Pemudik asal Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Minggu (3/5).  [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya]
Pemudik asal Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Minggu (3/5). [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya]

Jelang lebaran, mudik menjadi menjadi agenda wajib terutama bagi umat muslim yang tinggal jauh di luar kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.

2. Ketupat dan Opor Ayam

Penjual kulit ketupat di kawasan Palmerah, Jakarta, Sabtu (10/8). [Suara.com/Oke Atmaja]
Penjual kulit ketupat di kawasan Palmerah, Jakarta, Sabtu (10/8). [Suara.com/Oke Atmaja]

Ada yang kurang kalau Lebaran  tanpa Ketupat dan opor ayam. Yap, makanan khas Lebaran yang bahkan menjadi icon khas lebaran ini, hampir selalu ada minimal satu menu dari ketupat atau opor ayam ditemui di setiap rumah yang merayakan lebaran.

3. Bagi-bagi THR untuk anak-anak

Yang paling di tunggu saat lebaran tiba yakni tradisi THR. Tradisi ini dilakukan para orang tua atau sanak saudara kepada anak-anak. Biasanya nominalnya akan menyesuaikan anak dengan usia yang lebih tua maka akan mendapat bagian yang lebih besar.

4. Halal Bi Halal dan Sungkeman

Syahrini sungkeman. (Instagram/@princessyahrini)
Syahrini sungkeman. (Instagram/@princessyahrini)

Idul Fitri adalah hari kemenangan setelah berpuasa selama satu bulan penuh, karenanya hari Idul Fitri merupakan hari perayaan bagi Umat Islam. Tak hanya itu, Idul Fitri juga merupakan momen silaturahim dengan keluarga dan kerabat . Biasanya ada tradisi sungkeman, di mana anggota keluarga yang berusia lebih muda akan baris dan memohon maaf dengan cara mencium tangan anggota keluarga yang lebih tua atau dituakan.

5. Baju Lebaran

Sebetulnya pada hari raya Lebaran kita tidak harus menggunakan baju baru, cukup gunakan baju terbaik yang sudah kita miliki, bersih dan rapi. Namun tradisi ini berkembang sehingga hari raya lebaran identik dengan baju baru. Maka tak heran bila pusat-pusat perbelanjaan akan begitu padat pengunjung mulai dua minggu sebelum hari lebaran tiba.

6. Kue Khas Lebaran

Warga mengantre membeli kue kering di pasar Jatinegara, Jakarta, Sabtu (1/6).[Suara.com/Oke Atmaja]
Warga mengantre membeli kue kering di pasar Jatinegara, Jakarta, Sabtu (1/6).[Suara.com/Oke Atmaja]

Ada aneka macam kue kering disajiakan di tiap rumah untuk jamuan. Ada Nastar, kastangle, Sagu Keju, Kue Lidah Kucing dan kue kering khas lebaran lainnya! Tradisi berkunjung ke rumah-rumah untuk halal bi halal juga menjadi kesempatan untuk mencicipi kue-kue khas lebaran di masing-masing rumah yang dikunjungi

7. Takbiran

Tradisi mengumandangkan takbir pada malam sebelum hari raya Idul Fitri alias takbiran biasanya di lakukan di masjid-masjid maupun arak-arakan keliling kampung dengan membawa bedug. Tradisi ini dilakukan oleh para pria dewasa maupun para anak-anak. Hal ini dilakukan untuk meramaikan perayaan lebaran.

8. Ziarah

Warga melakukan ziarah kubur  di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (19/4). [Suara.com/Alfian Winanto]
Warga melakukan ziarah kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (19/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

Satu lagi tradisi yang dilakukan keluarga di Hari Raya Idul Fitri, ziarah ini biasanya dilakukan keluarga yang sudah kehilangan anggota keluarga dekat mereka.

Biasanya hal ini dilakukan selepas salat Idul Fitri atau di pagi hari Lebaran pertama. Orang-orang akan mendatangi pemakaman dan memanjatkan doa bagi keluarga dan juga kerabat yang telah pergi meninggalkan dunia.

Terkait

Terkini