Senin, 28 September 2020

Viral Makan Mie Ayam Bayar Seikhlasnya, Ini Dimana Ya?

Makan mie ayam bayar seikhlasnya. Silahkan langsung masukkan kotak amal tidak ada kasir

Silfa Humairah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Mie Ayam. (pixabay.com/YashilG)
Ilustrasi Mie Ayam. (pixabay.com/YashilG)

Guideku.com - Meski nyaris semua orang terdampak pandemi virus corona, selalu ada orang baik dan murah hati untuk menolong sesama. Salah satunya ialah Restu Zulfikar Ramadhan, pemilik usaha Mie Ayam Marta, yang berada di lantai dasar Lotte Mart Fatmawati, Jakarta Selatan.

Baru-baru ini unggahannya di media sosial Twitter viral dan dibagikan banyak orang. Dalam unggahan tersebut, Restu membagikan sebuah foto usaha yang tengah dijalankannya.

"Mie Ayam Marta. Makan mie ayam bayar seikhlasnya. Silahkan langsung masukkan kotak amal tidak ada kasir," demikian tertulis dalam spanduk di foto yang dibagikan Restu di akun Twitternya @restuzr1.

Makan Mi Ayam bayar seikhlasnya. (Dok: Restu Zulfikar Ramadhan)
Makan Mi Ayam bayar seikhlasnya. (Dok: Restu Zulfikar Ramadhan)

Dalam spanduk itu juga tertulis bahwa dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberdayakan perempuan kepala keluarga, kaum duafa, dan memberikan pelatihan kepada anak putus sekolah.

Saat diwawancarai Suara.com, Rabu, (15/7/2020), Restu membagikan kisah yang membuatnya tergerak melakukan inisiatif itu. Sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak orang yang dipotong upahnya, bahkan tidak sedikit yang kehilangan pekerjaan.

"Dari sini saya berangkat. Karna saya tidak tau orang itu ada uang atau tidak, sudah makan atau belum," ujar Restu.

Restu juga mengungkapkan alasannya memilih mendonasikan keuntungannya untuk perempuan kepala keluarga. Hal itu tidak terlepas dari pengalam pribadinya yang dibesarkan oleh sang ibu yang merupakan perempuan kepala keluarga.

Salah satu pekerja di Mie Ayam Marta. Dok: Restu Zulfikar Ramadhan)
Salah satu pekerja di Mie Ayam Marta. Dok: Restu Zulfikar Ramadhan)

"Karena saya besar oleh ibu saya seorang perempuan kepala keluarga, hidup susah jualan di pasar berdua, sampai akhirnya di titik saya bisa punya tenant di mall, beberapa space nya saya dedikasikan untuk gerakan ini, "ujar dia.

Menariknya, ia tidak mengambil untung sama sekali dari usaha tersebut. Semua keuntungan didonasikan kepada mereka yang membutuhkan. Lantas, bagaimana usaha itu bertahan, terlebih pengunjung yang datang juga hanya bayar seikhlasnya?

"Dari uang pribadi saja, ada bisnis lain juga yang akan mendukung ini tetap jalan Sejauh ini Alhamdulillah setiap hari habis paling engga 50 porsi," kata dia.

Saat ditanya sampai kapan inisiatif ini akan berjalan, ia mengungkapkan, "Selama saya mampu berbuat untuk sesama dan Izin Tuhan Yang Maha Esa,"

"Tujuan akhirnya saya bisa memberdayakan PKK dengan memberikan modal usaha, keterampilan, dan bisa mandiri, tidak hidup di bawah garis kemiskinan tanpa keterampilan."

Hingga kini, tulisan itu telah dbagikan lebih dari 10 ribu kali, dan mendapatkan 17 ribu like. (Bimo Ario)

Terkait

Terkini