Duh! China Tutup Paksa Ribuan Akun Orang yang Bikin Konten Mukbang

China tutup ribuan akun yang memuat konten mukbang karena dinilai buang-buang makanan.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Arendya Nariswari
Sabtu, 05 September 2020 | 14:00 WIB
Ilustrasi Mukbang  (Pixabay/jyleen21)

Ilustrasi Mukbang (Pixabay/jyleen21)

Guideku.com - China menjadi salah satu negara yang cukup menyoroti permasalahan limbah makanan. Terbukti, sejumlah kebijakan lahir di Negara Tirai Bambu ini demi menyikapi limbah makanan yang begitu mengancam lingkungan. 

Belakangan, Presiden Xi Jinping mengambil sejumlah tindakan tegas untuk menyikapi permasalahan limbah makanan ini. Salah satu kebijakan yang dilakukan adalah mencoba mencari cara tercepat untuk mengurai limbah makanan di negara mereka. 

Terbaru, pemerintah setempat rupanya juga memberikan batasan terhadap tren makan besar alias mukbang yang menjadi salah satu konten populer di China.

Dikutip dari laman South China Morning Post (SCMP), Jumat (4/9/2020), pemerintah China menggandeng organisasi bernama Cyberspace Administration of China untuk mengawasi konten kulineran di internet.

Ilustrasi makan bersama di sebuah restoran. (Pixabay/Free Photos)
Ilustrasi mukbang(Pixabay/Free Photos)

Dari pemeriksaan berkala, akhirnya ada belasan ribu akun yang terpaksa diblokir atau ditutup dari internet. Tentu saja, alasan pemerintah bukan lain karena akun-akun tersebut dianggap melanggar kebijakan.

Pemerintah setempat menganggap bahwa video mukbang membuat orang-orang termotivasi untuk membeli banyak makanan tanpa menyantapnya sampai habis melainkan cuma digunakan sebagai bahan konten.

Bagi Anda yang belum familiar, mukbang sebenarnya merupakan budaya makan dalam jumlah cukup banyak dari Korea Selatan.

Konten mukbang ini populer pada tahun 2010 dan tren tersebut semakin diminati banyak orang dari berbagai belahan dunia, termasuk China.

Baca Juga: Malah Nyangkut, Video Wanita Naik Perosotan Ini Endingnya Bikin Ngakak

Di China sendiri, konten mukbang sangat sering diunggah melalui situs bernama Douyin dan juga Kuaishou. Sejumlah situs berbagi video di China sudah memberikan peringatan dalam kata pencarian mukbang, kompetisi makan dan juga mukbang.

Peringatan ini mengajak orang-orang untuk menyantap makanan dengan porsi normal. Selain itu, tersirat pesan yang menghimbau warga masyarakat China untuk menghargai dan tidak buang-buang makanan.

Beberapa orang mendukung gerakan ini tapi tak sedikit pula yang menolak kebijakan pemerintah China itu.

Menurut mereka yang menolak, mestinya pemerintah tak memiliki hak untuk mengatur porsi makan seseorang di negara mereka.

Meski begitu, ternyata bukan kali pertama China mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan limbah makanan. Tahun 2013 silam, sempat muncul kampanye 'Clean Plate' yang dikeluarkan oleh pemerintah Beijing.

Kebijakan 'Clean Plate' ini tentu saja bertujuan warga masyarakat bertindak bijak dan mengurangi limbah makanan dari berbagai acara seperti festival atau pesta.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB