Selasa, 15 Juni 2021

Hilang Indra Perasa, Pasien Covid-19 Ini Nekat Makan Makanan Super Pedas

Ia merasa penasaran bagaimana bila ia makan makanan super pedas yang sebelumnya tak pernah ia coba.

Arendya Nariswari | Hiromi Kyuna
cloud_download Baca offline
Ilustrasi cabai. (Flickr.com/Marko Grgošević)
Ilustrasi cabai. (Flickr.com/Marko Grgošević)

Guideku.com - Salah satu gejala yang cukup khas dari Covid-19 adalah kehilangan indra perasa dan indra penciuman. Orang-orang yang terinfeksi virus ini jadi tak bisa mencium aroma ataupun mengecap rasa makanan atau minuman.

Seorang wanita yang terinfeksi Covid-19 kehilangan indra perasa dan indra penciumannya. Ia justru memanfaatkan hal ini untuk mencoba makanan super pedas yang dapat ia pikirikan. Namun, setelah mencoba ia menyadari bahwa hal itu terlalu berlebihan untuk perutnya.

Melansir dari Fox News, cerita ini dibagikan melalui situs Reddit. Wanita ini membagikan ceritanya melalui akun bernama Stinky_Cat_Toes. Ia menjelaskan saat itu ia tengah melakukan isolasi mandiri di kamar sebuah apartemen yang ditinggali bersama ibunya.

Setelah beberapa waktu menjalani isolasi, wanita ini merasa kehabisan cara untuk menghabiskan waktu. Akhirnya ia memutuskan untuk mencoba makanan dan minuman yang sebelumnya ia ragu untuk mencoba.

"Saya segera minum kopi hitam. Setelah itu saya coba hal yang lebih menantang. Saya makan semua permen akar manis yang saya punya dan tak ada efek apapun. Lalu saya punya ide. Bagaimana kalau coba makanan pedas?" ungkapnya pada unggahan yang ia bagikan.

Ilustrasi Makan Cabai (Pixabay/englishlikeanative)
Ilustrasi Makan Cabai (Pixabay/englishlikeanative)

 

Akhirnya wanita ini memutuskan untuk memesan makanan dari restoran Thailand favoritnya. Di restoran ini, mereka memiliki level rempah pedas yang digunakan mulai dari rendah, medium, berpetualang hingga Thailand asli.

Akhirnya ia memilih level berpetualang setelah sebelumnya hampir memilih level Thailand asli. Saat memakan makanan tersebut ia merasakan pengalaman paling aneh dalam hidupnya.

Lidahnya tak merasa pedas namun seluruh tubuhnya bereaksi atas makanan yang ia santap. "Seluruh badanku berkeringat. Bahkan bola mataku juga berkeringat, Aku tahu ini pedas dan menyakitkan, tapi dengan kondisiku sekarang itu jadi tidak terlalu berarti," ucapnya.

Meski ia tahu dirinya mengalami mati rasa sakit fisik, wanita ini tetap menyantap makanannya. Hal ini lantaran pengalaman makan pedas tanpa merasa makanan itu pedas adalah hal yang sangat menarik.

Perutnya yang tak terbiasa makan pedas mengalami hal yang menyiksa. Ia jadi harus bolak-balik ke kamar mandi setelah menyatap makanan itu.

Ilustrasi Toilet (Pixabay/kropekk_pl)
Ilustrasi Toilet (Pixabay/kropekk_pl)

 

"Setelah kejadian kemarin, perutku harus membayar keegoisanku tempo hari. Apartemenku hanya punya 1 kamar mandi. Aku harus mengkoordinasikannya agar tak membuat resiko pada Ibu semakin besar," ujarnya.

Dalam komentarnya, Stinky_Cat_Toes menjelaskan bahwa lidah dan bibirnya paling terpengaruh oleh bumbu tersebut, meski sensasi itu juga cepat hilang.

Sebaliknya, dia menjelaskan bahwa dia masih memiliki kemampuan untuk mendeteksi kapan makanan sangat pahit, asin, manis atau asam, meskipun tidak dapat merasakan atau mencium satu hal pun.

Wanita ini pun meyakinkan pembaca bahwa dirinya mengikuti semua rekomendasi dari Centers for Disease Control (CDC) tentang berbagi kamar mandi apartemen dengan ibunya.

Terkait

Terkini