Food

Duh, Pegawai Restoran Cepat Saji Ini Takuti Pelanggan dengan Pistol, Ngeri!

Pegawai tersebut sempat berdebat dengan pelanggan hingga akhirnya menodongkan pistol.

Hiromi Kyuna

Ilustrasi burger. (Pixabay/Fotorech)
Ilustrasi burger. (Pixabay/Fotorech)

Guideku.com - Saat bekerja di restoran cepat saji, tentu memberi pelayanan terbaik untuk pelanggan sangatlah penting. Namun, bagaimana jika yang terjadi justru pegawai memberikan rasa tidak aman pada pelanggan?

Melansir dari Fox News, seorang mantan pegawai restoran cepat saji ternama, Burger King, akan menghadapi pengadilan pada Kamis (5/8/2021). Hal ini terjadi karena tersangka telah didakwa usai insiden senjata pada bulan April.

Tersangka insiden tersebut adalah pria berusia 24 tahun bernama Dustin Rochelau dari Garden City. Ia diduga mengarahkan pistol ke tiga pelanggan layanan drive-thru.

Kejadian pegawai restoran todong pelanggan ini berlokasi di Burger King yang terletak di 29211 Seven Mile Road, Livonia. Insiden ini berawal dari perselisihan antara pelanggan dan Rochelau.

Mereka memperdebatkan tentang bagaimana pelanggan akan membayar makanan. Usai ketidaksepakatan tentang metode pembayaran terjadi, Rocheleau menodongkan senjata api kepada pelanggan tersebut.

Karyawan restoran cepat saji menodongkan pistol ke pelanggan (Facebook Livonia Police Department)
Karyawan restoran cepat saji menodongkan pistol ke pelanggan (Facebook Livonia Police Department)

Polisi Livonia mengunggah rekaman video kamera CCTV dari insiden tersebut pada laman Facebook Livonia Police Department. Dalam rekaman tersebut tampak Rocheleau menodongkan pistol ke luar jendela drive-thru.

Beberapa saat kemudian tampak seorang manajer menegur dan meminta Rocheleau untuk pergi. Unggahan itu juga mengangkap momen saat Rochelau meninggalkan restoran.

Rocheleau melarikan diri dari Burger King dengan berjalan kaki dan kemudian ditemukan oleh petugas di dekatnya.

Rocheleau ditangkap setelah pelanggan pergi dari restoran dan membuat laporan di kantor polisi terdekat. Ketika polisi datang, mereka menemukan Rocheleau dengan senjata di tasnya.

Hal ini membuat Rochelau mendapat surat perintah kejahatan delapan hitungan sehubungan dengan insiden yang terjadi pada 28 April 2021 ini.

Rocheleau muncul di Pengadilan Distrik ke-16 pada 29 Juli 2021 dan mengabaikan ujian pendahuluannya. Dia dijadwalkan untuk Sidang Informasi pada 5 Agustus 2021 di Pengadilan Sirkuit ke-3.

Berita Terkait

Berita Terkini