Batal Puasa Gegara Lihat Iklan, wanita Ini Tuntut McDonald's Rp200 Ribu

Tak bisa menahan godaan iklan hingga batal puasa, wanita ini menuntut McDonald's uang kompensasi.

Hiromi Kyuna
Jum'at, 13 Agustus 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi burger. (Pixabay/Fotorech)

Ilustrasi burger. (Pixabay/Fotorech)

Guideku.com - McDonald's menjadi salah satu restoran cepat saji di seluruh dunia, namun siapa sangka seseorang akan menuntut restoran ini karena iklan yang ditayangkan.

Melansir dari Oddity Central, seorang wanita Rusia melaporkan McDonals's ke pengadilan karena membuatnya batal puasa. Wanita ini menganggap iklan yang ditampilkan saat puasa menjelang paskah terlalu agresif.

Wanita tersebut adalah Ksenia Ovchinnikova, seorang Kristen Ortodoks dari kota Omsk di Rusia. Ia mengguggat ringan McDonald's karena diduga membuat dirinya berbuka puasa untuk Prapaskah dua tahun lalu.

Saat itu restoran cepat saji dengan jaringan yang tersebar di seluruh dunia ini menampilkan spanduk iklan yang tampak lezat. Wanita itu menuduh McDonald's melanggar undang-undang perlindungan konsumen dan menghina perasaan religiusnya.

Menurutnya pihak McDonald's sengaja mengiklankan produk daging yang lezat pada saat orang Kristen berusaha menahan diri dari makan daging dan produk hewani lainnya.

Atas Hal ini Ovchinnikova menuntut 1.000 rubel atau sekitar Rp195 ribu sebagai kompensasi atas kerusakan moral yang berkelanjutan.

Ilustrasi burger. (Shutterstock)
Ilustrasi burger. (Shutterstock)

Ovchinnikova merujuk pada peristiwa yang dilaporkan terjadi pada April 2019, saat dia berpuasa untuk Prapaskah. Wanita itu belum makan daging selama sekitar satu bulan.

Namun, aat dia berjalan melalui jalan-jalan Omsk, dia melihat iklan banner yang menggugah selera untuk burger keju McDonald's dan ayam McNuggets. Meskipun dia telah berhasil berpuasa selama Prapaskah selama 16 tahun sebelumnya, dia tidak bisa menahan keinginannya.

Baca Juga: Beda dari yang Lain, Wanita Ini Buat Kue Ulang Tahun dari Nasi Padang

Wanita ini lantas berjalan ke gerai McDonald's terdekat dan memesan seporsi burger. Wanita itu segera menyesal karena menyerah pada kelemahannya.

Ia lantas menyalahkan iklan agresif rantai makanan cepat saji atas kejadian tersebut.

"Pada titik ini, saya sudah berpuasa selama sebulan, tetapi ketika saya melihat spanduk iklan, saya tidak bisa menahan diri, saya mengunjungi McDonald's dan membeli burger keju," tulis Ksenia Ovchinnikova dalam pernyataannya.

Menurut Ovchinnikova. ia melihat pelanggaran hukum perlindungan konsumen yang dilakukan McDonald's.

"Saya meminta pengadilan untuk menyelidiki dan, jika pelanggaran telah terjadi, untuk mewajibkan McDonald's LLC untuk memberikan kompensasi kepada saya atas kerusakan moral dalam jumlah seribu rubel," tulisnya.

Meski demikian, hingga kini tanggal sidang pendahuluan atas klaim Ovchinnikova belum ditetapkan.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB