Awas Boncos! Intip 3 Tips Mengelola Keuangan Bisnis Kuliner Berikut

Punya bisnis kuliner? Yuk simak tips mengelola keuangan agar tak boros berikut ini.

Arendya Nariswari
Jum'at, 20 Agustus 2021 | 21:08 WIB
Ilustrasi memasak. (Unsplash/Clem Onojeghuo)

Ilustrasi memasak. (Unsplash/Clem Onojeghuo)

Guideku.com - Kekinian, tidak sedikit pengusaha di bidang kuliner yang masih merasa kesulitan dalam mengelola keuangan. Beberapa di antaranya bahkan tak jarang mengalami boncos alias rugi. 

Lalu bagaimana caranya? Agar bisa mengelola keuangan bisnis kuliner supaya nantinya usaha yang dijalani bisa semakin berkembang?

Tentunya, pengusaha di bidang kuliner harus selalu memastikan selalu terjadi positif cash flow, yaitu pendapatan selalu lebih besar daripada pengeluaran terus menerus.

Nah, Berikut ini tiga cara efektif membuat anggaran bisnis kuliner agar selalu mengalami cash flow, mengutip siaran pers Foodizz, Jumat (20/8/2021).

1. kelola biaya operasional agar efisien
Dalam aktivitas operasional bisnis seperti membeli persediaan (inventory) yang berlebihan, memberikan cara pembayaran (terms of payment) yang lama kepada customer (jika penjualan tidak dilakukan secara tunai), dan membayar supplier dengan terms of payment yang terlalu pendek, akan berakibat pengelolaan working capital yang tidak efisien.

Mengelola working capital yang efisien perlu atur perencanaan yang baik, dengan cara berikut:

  • Persediaan yang seimbang dan memadai untuk memastikan ketersediaan produk, namun tidak berlebihan.
  • Pengelolaan hutang kepada supplier dengan cara pembayaran yang adil bagi kedua belah pihak namun tidak terlalu cepat.
  • Pengelolaan piutang dari customer (jika ada) yang efektif.

2. Keputusan investasi selektif
Seringkali keputusan menerima investasi dalam bisnis kuliner, dengan alasan membuat cabang atau membeli aset usaha. Padahal membeli aset, seperti properti maupun alat produksi butuh biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga: Pria Coba Mesin Dispenser Air Otomatis, Endingnya Malah Bikin Nggak Nyangka

Jadi, lakukanlah analisa dan evaluasi lebih dulu, sebelum menerima investasi, apalah properti lebih baik membeli atau sewa, biaya dibayar sekaligus di depan atau dibuat dalam bentuk cicilan akan sangat menentukan cash flow yang optimal.

Dan yang tentunya harus dipastikan adalah keputusan menerima investasi harus membuka dan memberikan peluang yang tinggi untuk menghasilkan pendapatan yang paling optimal, sehingga investasi tersebut dapat balik modal dengan payback period yang cepat.

3. Kelola produk atau menu dengan baik
Produk yang mampu menghasilkan keuntungan akan sangat membantu menghasilkan cash flow, dan sebaliknya produk yang kurang menguntungkan akan dengan cepat menghabiskan dana usaha.

Dalam bisnis kuliner kita harus mengetahui secara keuntungan dari masing-masing produk. Inovasi produk juga sebisa mungkin harus meningkatkan penghasilkan, dan bukan sebaliknya menurunkan total gross margin. (Suara.com/Risna Haldi/Dini Afrianti Effendi)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Kamu cari promo makan murah di momen Peringatan HUT RI ke-80? Yuk, cek rekomendasi deretan promo spesial Kemerdekaan di ...
food | 09:15 WIB
Inilah deretan inspirasi kitchen set untuk rumah minimalis yang bisa Anda terapkan untuk mempercantik dapur....
food | 10:00 WIB
Dedi Mulyadi kunjungi barak militer yang membina remaja bermasalah, terutama perempuan pengguna "Kawa Kawa"....
food | 10:22 WIB
Umar Patek memilih menyeduh 'damai' melalui secangkir kopi di Ramu Kopi....
food | 10:00 WIB
Setelah mengonsumsi banyak daging kurban, kadar kolesterol dalam tubuh bisa meningkat....
food | 10:00 WIB
Di Sumatera Selatan, tren jajan tampaknya sudah menjadi gaya hidup harian, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga....
food | 10:00 WIB
Bagaimana cara mengetahui kolesterol kita naik usai makan daging kurban?...
food | 10:00 WIB
Ide resep olahan daging kurban selain sate yang mudah dan cepat dimasak di rumah....
food | 10:00 WIB
Setiap kuliner khas ini juga menyimpan cerita dan tradisi yang melekat kuat....
food | 14:27 WIB