25 Wamen Jadi Bos BUMN: Bagi-bagi Kursi atau Gerakan Diam-diam Menuju "Mesin Uang"?

Tau nggak sih, baru-baru ini ada 25 wakil menteri (wamen) yang dikabarkan rangkap jabatan jadi bos atau komisaris di berbagai BUMN. Dan ini bikin Pandji Pragiwaksono angkat suara.

Reza Sulaiman
Jum'at, 04 Juli 2025 | 07:45 WIB
Komika Pandji Pragiwaksono (YouTube)

Komika Pandji Pragiwaksono (YouTube)

Guideku.com - Kalian mungkin belum terlalu peduli soal siapa yang duduk di kursi pemerintahan. Tapi tau nggak sih, baru-baru ini ada 25 wakil menteri (wamen) yang dikabarkan rangkap jabatan jadi bos atau komisaris di berbagai BUMN. Dan ini bikin Pandji Pragiwaksono, komika yang juga sering ngebahas isu sosial-politik, angkat suara.

Lewat konten YouTube-nya yang berjudul Sila, Pandji bilang ini bukan cuma soal "bagi-bagi jabatan", tapi bisa jadi ada agenda lebih besar di baliknya. Salah satu yang dia sebut: Danantara.

"Gue rasa, ini bukan cuma buat memperkaya diri. Kayaknya sih ada hubungannya sama Danantara," kata Pandji.

Danantara Itu Apa, Sih?

Menurut penjelasan Pandji, Danantara adalah semacam holding raksasa yang bakal ada di atas semua BUMN. Jadi bayangin aja, seluruh keuntungan dari BRI, Mandiri, Garuda Indonesia, dan teman-temannya, dikumpulin ke satu tempat, yaitu Danantara.

“Duit dari semua BUMN disetor ke Danantara. Trus Danantara yang kelola lagi, invest lagi, biar makin gede nilainya,” jelas Pandji.

Sounds kayak mesin uang negara, kan?

Pandji khawatir, kalau pemerintah—dalam hal ini yang bakal dipimpin Presiden Prabowo—benar-benar mengandalkan duit dari BUMN, bisa aja muncul tekanan supaya BUMN harus selalu untung, apapun caranya.

“Kalau pemerintah butuh duit banget, bisa aja BUMN-nya ditekan biar cari cuan sebanyak mungkin. Dan itu bisa bahaya,” katanya.

Masalah Lain: Siapa Bisa Kontrol Kalau Semuanya Rangkap Jabatan?

Selain soal duit dan holding, Pandji juga highlight soal praktik rangkap jabatan yang makin marak. Dia nyebut beberapa nama, kayak Fahri Hamzah, Ahmad Riza Patria, sampai Giring Ganesha, yang duduk sebagai komisaris BUMN.

Menurut Pandji, ini berpotensi bahaya, karena mereka adalah pejabat yang juga main di bisnis. Jadi kayak pemain bola yang juga merangkap jadi wasit.

“Bayangin aja, yang bikin aturan juga punya usaha di bidang itu. Gimana mau adil?” kata dia.

Baca Juga: 5 Fakta Kecelakaan Tragis Diogo Jota: Dari GPS Sampai Momen Haru Sang Istri

Menariknya, Pandji juga menyentil Erick Thohir, Menteri BUMN yang sekarang juga jadi Ketua Umum PSSI.

“Lo selesain dulu urusan BUMN, baru ngurus bola,” celetuk Pandji.

Menurut dia, kalau atasannya aja dobel jabatan, ya wamen-nya juga bakal ngikut. Dan itu bikin susah buat ngontrol. Bahkan, dia bilang, kinerja Erick di BUMN pun belum bisa dibilang cemerlang.

Kenapa Anak Muda Harus Peduli?

Kamu mungkin mikir, “Terus kenapa gue harus peduli?” Jawabannya: karena semua ini ngaruh ke hidup kita.

Kebijakan BUMN bakal nentuin:

  1. Harga dan kualitas layanan publik (transportasi, bank, listrik, internet)
  2. Lapangan kerja dan peluang usaha
  3. Iklim bisnis yang sehat atau nepotis

Kalau aturan dibuat sama orang yang juga main di lapangan, siapa yang jagain fairness?

Rangkap jabatan ini bukan sekadar soal siapa duduk di mana. Bisa jadi ini bagian dari gerakan besar buat ngumpulin kekuatan ekonomi lewat BUMN, dan itu bisa berdampak langsung ke ekonomi kita semua.

Pandji udah bilang, kita perlu awas. Bukan buat nyinyir, tapi biar kita ngerti dan bisa nuntut transparansi.

“BUMN itu harusnya sehat, profesional. Bukan jadi alat kekuasaan,” tutup Pandji.

Kalau kamu kerja di startup, lagi cari kerja, atau punya usaha kecil, hal-hal kayak gini penting banget buat diikutin. Karena siapa yang pegang kekuasaan dan duit, sering kali juga yang pegang arah masa depan kita.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di beberapa desa di Indonesia, justru dari aksi konservasi malah lahir ratusan peluang kerja baru....
news | 09:43 WIB
Kisah-kisah dari mereka yang telah memulai perjalanan bersama BSya ngasih gambaran jelas tentang bagaimana sebuah aplika...
news | 07:38 WIB
Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, generasi muda nggak cuma cari sukses finansial, tapi juga makna dan keseimbangan...
news | 07:21 WIB
Membuka rekening bank baru sering kali diasosiasikan dengan proses yang rumit dan memakan waktu. BSya hadir untuk memata...
news | 09:21 WIB
Visi Direktur BCA Syariah, Ina Widjaja, secara konsisten menekankan pentingnya BSya sebagai "teman terdekat dan terperca...
news | 09:13 WIB
BSya dirancang untuk menjadi solusi digital yang tidak hanya memudahkan transaksi finansial, tapi juga mendukung pemenuh...
news | 09:07 WIB
Keberhasilan BSya dalam menjawab tuntutan ini tervalidasi oleh data pertumbuhan yang kuat....
news | 09:00 WIB
BCA Syariah memperkenalkan BSya, sebuah aplikasi mobile banking yang dirancang dengan filosofi mendalam: "Menemani Langk...
news | 08:42 WIB
Ada cerita di setiap helai benang yang menyatu menjadi sebuah kain megah. Tenun merepresentasikan warisan budaya, identi...
news | 16:45 WIB
Maya lahir spesial. Dia memiliki kekurangan dalam mendengar dan berbicara. Tapi remaja berusia 17 tahun asal Temanggung ...
news | 17:12 WIB