Mobil Propam Tapanuli Selatan yang diduga melakukan tindak tabrak lari (instagram.com/buletinmedan)
Guideku.com - Kalian pasti udah lihat dong video yang viral banget beberapa waktu lalu? Ada mobil dinas Propam Tapanuli Selatan (Tapsel) yang tiba-tiba tabrak lari di jalanan Kota Medan, Sumatera Utara. Di video yang diunggah akun Instagram @buletinmedan itu, jelas banget kelihatan tulisan “Propam Polres Tapsel” di belakang mobilnya.
Sontak aja, video ini langsung jadi omongan netizen di media sosial. Banyak yang nanya-nanya, kok bisa sih mobil polisi malah kabur setelah nabrak, kayak nggak mau tanggung jawab gitu?
Tapi, setelah ditelusuri, fakta di baliknya bikin keger banget: ternyata mobil itu lagi dikemudikan sama anak di bawah umur!
"Aduh, udah nabrak lari, sial," kata perekam video itu, Senin (07/07/2025).
Penjelasan dari Polda Sumatera Utara
Kasus ini langsung direspons sama pihak Polda Sumatera Utara. Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, kejadian itu sebenernya udah hari Minggu (06/07/2025), sehari sebelum videonya viral. Beliau juga bilang kalau mobil dinas itu punya Plt Kasi Propam Polres Tapsel, Iptu A.
"Kendaraan itu adalah kendaraan dinas Sie Propam yang dipakai sama Plt Kasi Propam Tapsel," jelas Ferry Walintukan.
Kok Bisa Mobil Dinas dari Tapsel Ada di Medan dan Dibawa Anak Iptu A?
Yang bikin kaget, akhirnya ketahuan juga kenapa mobil dinas dari Tapsel bisa nyasar sampai ke Medan. Melansir dari Suara.com, Iptu A beralasan memang bawa mobil itu ke Medan buat tugas dinas.
Baca Juga: Kasus Pemerasan Nikita Mirzani: Senyum di Persidangan, Sindiran Halus ke Jaksa
Tapi, pas lagi istirahat di rumah salah satu saudaranya, anak Iptu A malah minjem mobil itu buat keliling kota Medan. Nah, sialnya lagi, sang anak yang masih berusia 16 tahun itu malah nabrak lari dan jadi viral. Duh!
Yang lebih menarik lagi, ternyata di dalam mobil itu ada seorang wanita yang diduga gurunya si anak. Setelah dimintai keterangan, ternyata si anak ngaku ketemu gurunya di jalan dan niatnya mau nganterin gurunya pulang karena searah.
"Itu info yang didapat pas anak-anak itu lagi jalan, dia lihat ada gurunya, itu guru anak yang bersangkutan dan kebetulan satu jalur, pas jalan dia mau nganter gurunya jadi sekalian dia bawa gurunya sehingga accident itu terjadi," terang Ferry Walintukan.
Sampai sekarang, kasus ini masih didalami sama pihak terkait. Apalagi terduga tersangka juga masih di bawah umur, jadi penanganannya butuh perhatian khusus.
Tapi, kejadian ini jadi pengingat penting buat kita sebagai orang tua biar lebih bijak lagi dalam ngawasin apa yang anak-anak kita lakuin.
Gimana menurut kalian soal kasus ini? Adakah pengalaman serupa yang pernah kalian dengar?