Minggu, 19 Mei 2019

Sebelum Beraksi, Pelaku Bom Sri Lanka Ikut Antre Sarapan di Hotel

Pelaku diduga sengaja memalsukan alamat ketika bermalam di hotel.

Dany Garjito | Arendya Nariswari
Ilustrasi mengantre makanan. (Pexels/Kaboompics.com)
Ilustrasi mengantre makanan. (Pexels/Kaboompics.com)

Guideku.com - Teror bom Sri Lanka pada Minggu, (21/419) menyisakan duka mendalam bagi seluruh warga dunia.

Dilansir Guideku.com dari laman World of Buzz, lebih dari 200 orang tewas dan 400 orang mengalami luka akibat teror bom Sri Lanka ini.

Sebanyak delapan ledakan terjadi di tiga hotel mewah di Sri Lanka dan tiga gereja saat kebaktian Paskah tengah berlangsung.

Banyak fakta-fakta perlahan mulai terungkap, termasuk identitas pelaku bom Sri Lanka yang sempat menyamar menjadi tamu di Hotel Cinnamon Grand.

Pada malam sebelum kejadian, pelaku mendaftarkan diri di hotel sebagai Mohamed Azzam Mohamed.

Dirinya juga sempat ikut mengantre untuk sarapan prasmanan sebelum meledakkan dirinya di dalam restoran hotel yang pada saat itu dalam keadaan penuh sesak.

Kesaksian salah seorang tamu yang menginap di Hotel Cinnamon Grand saat kejadian ledakan bom Sri Lanka. (Instagram/deirdl)
Kesaksian salah seorang tamu yang menginap di Hotel Cinnamon Grand saat kejadian ledakan bom Sri Lanka. (Instagram/deirdl)

 

''Ada kekacauan pada saat itu, kami segera membawa semua orang yang terluka ke rumah sakit dalam waktu singkat,'' ungkap salah seorang manajer hotel.

''Sekitar 20 orang terluka parah dan kami mengirim mereka ke rumah sakit,'' imbuhnya.

Diketahui, Hotel Cinnamon Grand ini berlokasi tak jauh dari kediaman perdana menteri Sri Lanka.

Peristiwa bom di dalam Hotel Cinnamon Grand tersebut terjadi pada pukul 8.30 pagi ketika suasana penginapan sedang ramai dipenuhi tamu yang tengah menikmati libur Paskah.

Menurut pejabat hotel lainnya, pelaku bom bunuh diri adalah penduduk Sri Lanka yang diketahui telah mendaftar sebagai tamu dengan alamat palsu.

Pelaku mengatakan kepada resepsionis hotel bahwa dirinya berada di Kolombo dalam rangka menghadiri urusan bisnis.

Dalam waktu yang berdekatan, Hotel Shangri-La dan Kingsbury juga dihantam ledakan bom bunuh diri tersebut.

Beberapa bagian ruangan restoran di hotel Shangri-La juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Hingga saat ini, pihak berwenang Sri Lanka belum memberikan pengumuman resmi terkait siapa yang bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut.

Terkait

Terkini