Rabu, 04 Agustus 2021

Jangan Ngeyel Tetap Mudik, Kalau TIdak Mau Karantina di Rumah Berhantu

Politikus di Jawa Tengah, menjadi cara baru untuk membuat warganya tetap di rumah saja.

Silfa Humairah
cloud_download Baca offline
7 Hotel dengan Reputasi Seram di Asia (Unsplash)
7 Hotel dengan Reputasi Seram di Asia (Unsplash)

Guideku.com - Masa pandemi, masih banyak warga dunia yang ngeyel tetap berkeliaran walaupun sudah diimbau untuk di rumah aja.

Indonesia pun terbilang menjadi negara yang cukup sulit untuk menjalani isolasi mandiri selama masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Tapi sebuah ide unik politikus di Jawa Tengah, menjadi cara baru untuk membuat warganya tetap di rumah saja.

Mereka dikabarkan akan memberikan hukuman mengunci pelanggar aturan isolasi mandiri di dalam salah satu rumah berhantu, yang terkenal angker. Ini dilakukan agar menjadi contoh bagi warga lain.

Mengutip laman asing Odditycentral, Jumat (24/4/2020) Bupati Sragen Jawa Tengah, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan bahwa ide agar membuat warganya jera, dengan memanfaatkan ketakutan warga sekitar terhadap hantu.

Ilustrasi rumah hantu. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah hantu. (Shutterstock)

Ini dinilai cara paling ampuh untuk menghalau pemudik yang datang ke Sragen, khususnya mereka yang datang dari Jabodetabek yang sudah masuk kategori zona merah terdampak Covid-19.

Sanksi ini akan diberikan bila pemudik yang datang tidak taat aturan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Adapun rumah berhantu adalah rumah-rumah kosong terdekat yang sudah lama tidak ditinggali manusia, dan terkenal horor.

"Jika mereka melanggar perintah isolasi diri, beberapa desa telah meminta izin saya untuk mengkarantina mereka di sekolah kosong yang ditinggalkan atau rumah kosong," kata Kusdinar.

"Saya sudah memberikan izin. Bahkan jika perlu mereka harus dikunci di dalam rumah itu. Tapi kami masih tetap akan memberi mereka makan dan memantau kesehatan mereka," sambung dia.

Desa setempat memang memastikan sudah menyiapkan rumah-rumah kosong sebagai pusat karantina mandiri bagi yang melanggar aturan. Hingga ini sudah ada 3 orang yang diperintahkan menghabiskan waktu karantina mandiri selama 14 hari di lokasi angker tersebut.

Seperti di desa Plupuh, ada sebuah rumah kosong yang terletak di tengah sawah sudah dipilih sebagai lokasi isolasi mandiri. Ada dua orang sudah dikarantina di tempat yang cukup menyeramkan.

"Dua warga Plupuh setuju untuk mengkarantina diri mereka, tapi mereka melanggar aturan, jadi mereka di dikunci di dalam rumah kosong berhantu. Jika saja mereka mematuhi aturan mereka tidak akan dikunci di dalam sana," tutupnya. (Dini Afrianti)

Terkait

Terkini