Pelaku Industri Wisata Lombok Bantu Turis Mancanegara Pasca Gempa

Setidaknya terdapat 10 turis Malaysia kehilangan paspor.

Dany Garjito
Selasa, 31 Juli 2018 | 20:55 WIB
Menpar Arief Yahya memberikan pembakalan kepariwisataan kepada para peserta Diklat Fungsional Sekolah Staf dan Pimpinan Kemenlu (SESPARLU) angkatan ke-59. (instagram.com/@kemenpar)

Menpar Arief Yahya memberikan pembakalan kepariwisataan kepada para peserta Diklat Fungsional Sekolah Staf dan Pimpinan Kemenlu (SESPARLU) angkatan ke-59. (instagram.com/@kemenpar)

Guideku.com - Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata memberikan apresiasi terhadap para pelaku industri wisata di Lombok yang tergabung dalam berbagai asosiasi. Mereka dinilai kompak dan tanggap terhadap bencana.

Para pelaku industri wisatanya diantaranya adalah PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) NTB, ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) NTB, INCCA (Indonesian Congress and Convention Association) NTB, IMA (Indonesia Marketing Assosiation) NTB dan ASTINDO (Asosiasi Travel Agent Indonesia).

Seperti dilansir dari Suara.com,  Arief Yahya mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang bagus antara pelaku industri, asosiasi, Kadispar NTB, dan Ketua Poltekpar Lombok yang langsung bergerak, sejak 29 Juli 2018 pukul 21.00 WIB, termasuk diantaranya membuat kesepakatan untuk membantu proses tanggap darurat bagi wisatawan.

Apresiasi dinilai layak untuk diberikan sebagai tanggapan dalam menyikapi penanganan gempa berkekuatan 6,4 skala richter yang melanda Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (29/7/2018) pagi, khususnya bagi para wisatawan yang ikut menjadi korban bencana alam tersebut.

Arief menambahkan bahwa salah satu poin yang layak diacungi jempol adalah pihak pelaku wisata Lombok menyiapkan fasilitas hotel dengan free of charge (FOC) selama sehari pada tanggal 30 Juli 2018, dan selanjutnya best discount atau tidak akan lebih dari 50 persen. 

Pada hari Senin (30/7/2018), tim evakuasi yang terdiri dari petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), TNI, Basarnas, tim medis, dan Mapala akan berangkat melalui jalur Sembalun untuk observasi dan membawa logistik.

Arief Yahya mengapresiasi langkah cepat ini, termasuk Poltekpar Lombok, lembaga di bawah Kemenpar yang langsung menurunkan foodtruck-nya ke Sembalun.

Seperti yang dilaporkan Kadispar NTB, Lalu Faozal, hasil rapat bersama Asosiasi Industri Pariwisata di Golden Palace bersama 5 ketua asosiasi, sepakat untuk menggunakan SOP yang sudah berlaku di Kemenpar dan pernah diterapkan di Bali saat Gunung Agung aktif.

Adapun hotel yang siap menampung wisman dengan FOC adalah Golden Palace, Lombok Raya, Idoop, Lombok Plaza, Santika, Fave, Puri indah dan Grand Legi.

Baca Juga: 10 Foto Pulo Cinta, Maldives dari Indonesia

Faozal juga mengungkapkan bahwa asosiasi industri pariwisata rencananya akan mengantar langsung 1 jenazah wisman asal Malaysia sampai ke Kuala Lumpur bersama rombongan. Tetapi info terbaru, pihak keluarga korban akan terbang ke Lombok dulu, baru bersama-sama terbang ke Kuala Lumpur.

Ia juga melaporkan, ada 10 turis Malaysia yang kehilangan passport dan sudah ditangani oleh Kantor Imigrasi Mataram. Mereka dibuatkan emergency passport, setelah ada konfirmasi dari Kedutaan Malaysia di Jakarta.

Arif Yahya menjelaskan, apa yang dilakukan pelaku industri pariwisata di Lombok tersebut adalah investasi jangka panjang. Publik Malaysia akan sangat simpatik dengan langkah-langkah kemanusiaan itu.

Di saat banyak orang membutuhkan pertolongan, para industri tidak memperlakukan mereka secara bisnis, tetapi lebih ke kemanusiaan.

Menteri Pariwisata mengatakan, para wisatawan, baik turis lokal maupun mancanegara, keluarga, dan banyak pihak akan selalu mengingat kebaikan hati orang Lombok dan NTB. Mereka akan mencatat dan mengabarkan ke semua orang bahwa warga Lombok dan pelaku pariwisata di Lombok sangat baik, perhatian, dan memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi.

SUARA.com/Fabiola Febrinastri

Artikel ini sudah dimuat di SUARA.com dengan judul: Pelaku Wisata Lombok Bantu Proses Tanggap Darurat bagi Wisman

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB