Kisah Kakek Tinggal Sendirian di Pulau Pribadi, Jomblo Selamanya!

Keheninganlah yang membuatnya sanggup bertahan, menebas nafsu dan zaman.

Dany Garjito | Aditya Prasanda
Rabu, 08 Agustus 2018 | 11:23 WIB
Mauro Morandi (Aktualane)

Mauro Morandi (Aktualane)

Guideku.com - Mauro Morandi (78) kerap berjalan sendirian menyisir bibir pantai berbatu di Pulau Budelli, Italia.

Matanya nanar menatap laut dan ombak yang saling berpagut memecah karang.

Pemandangan di hadapannya itu kerap membuat Morandi merasa kerdil.

"Kita mengira manusia adalah mahluk yang paling mendominasi bumi namun kenyataannya kita hanyalah seekor nyamuk: kecil dan lemah," celetuk Morandi seperti dikutip Guideku.com dari National Geographic.

Ingatannya mengarung jauh saat pertama kali ia menginjakkan kaki di Pulau Budelli.

Saat itu tahun 1989, mesin catamaran (kapal dengan dua lambung) milik Morandi mendadak lumpuh di tengah samudera, tepat di antara pulau Sardinia dan Corsica.

Jangkar sudah dilepaskan namun catamaran Morandi tak kuasa menahan badai dan hantaman ombak.

Ia terlempar hingga akhirnya terombang ambing di bibir pantai pulau tak berpenghuni. Pulau itu bernama Pulau Budelli.

Singkat cerita, Morandi akhirnya memilih tinggal di Pulau Budelli dan menyambung hidup di pulau ini seorang diri.

Sampai hari ini, terhitung sudah 28 tahun Morandi tinggal seorang diri di Pulau Budelli.

Sesekali ia menjual hasil pahatannya pada turis yang menyambangi Pulau Budelli namun lebih sering ia menyambung hidup dengan memakan apa saja yang dapat ia temukan.

Baca Juga: Gara-gara Bau Kaus Kaki Busuk, Pesawat Lakukan Pendaratan Darurat

Morandi mengaku keheninganlah yang membuatnya sanggup bertahan.

"Saya sangat mencintai keheningan. Seperti halnya keheningan di musim dingin, kala badai tak bertiup dan tak satupun orang mengunjungi pulau ini. Keheningan yang teramat seperti matahari yang terbenam di musim panas," tutur Morandi.

Tak lupa, Morandi kerap membersihkan sampah plastik yang tersangkut di bibir pantai. Sebab cinta Morandi pada Pulau Budelli, lebih dari sekadar seorang penghuni, ia ingin Pulau Budelli tetap lestari.

"Saya bukan ahli botani namun saya punya alasan kuat mengapa tanaman dan pulau ini harus terus hidup," pungkas Morandi mantap.

Morandi bukan tanpa aral menetap seorang diri di Pulau Budelli. Pernah ia digugat sebuah instansi swasta yang hendak mengokupasi pulau tersebut.

Beruntung, Morandi memenangkan hati publik dan pengadilan setempat, ia tak jadi digusur.

Mauro Morandi (Guardiavecchia)
Mauro Morandi (Guardiavecchia)

"Saya tidak akan pernah beranjak dari sini. Saya ingin mati di Budelli," tegas Morandi.

Belakangan, kisah Morandi melestarikan ekosistem Pulau Budelli menyentuh sebuah perusahaan komunikasi. Perusahaan tersebut lantas membangun jaringan WI-Fi di Pulau Budelli.

Kini melalui Pulau Budelli, Morandi masih sanggup menyaksikan lalu lintas dunia hari ini.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB