Joglo Kelor, Tempat Berlindung Para Pejuang di Masa Penjajahan

Joglo Kelor adalah situs sejarah di Desa Wisata Kampung Sejarah Kelor, Jogja

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:00 WIB
Joglo Kelor (guideku.com/Amertiya)

Joglo Kelor (guideku.com/Amertiya)

Guideku.com - Buat kamu yang punya rencana wisata ke Jogja, sudah tahu belum tempat mana saja yang ingin kamu kunjungi?

Jogja memang punya banyak tempat wisata untuk dikunjungi, mulai dari pantai hingga gunung. Namun, dari sekian banyak tempat wisata yang ada, pernahkah kamu mendengar nama Joglo Kelor?

Joglo Kelor adalah sebuah bangunan tradisional khas Jawa yang terletak di Dusun Kelor, Bangunkerto, Turi, Sleman.

Perlu kamu tahu, joglo ini sudah ada sejak tahun 1835 dan menjadi saksi dari berbagai peristiwa bersejarah.

Tampak Depan Joglo Kelor (guideku.com/Amertiya)
Tampak Depan Joglo Kelor (guideku.com/Amertiya)

Awalnya, joglo ini dibangun atas ide Kromowijoyo—salah seorang bekel atau kepala desa pada zaman pemerintahan Belanda.

Kromowijoyo bermaksud membangun joglo ini sebagai tempat perlindungan saat masa Perang Diponegoro.

Sayangnya, Perang Diponegoro berakhir setelah Pangeran Diponegoro memutuskan untuk menyerahkan diri. Dalam suasana duka, pembangunan joglo pun terpaksa ditunda.

Namun, Joglo Kelor ini akhirnya bisa selesai dibangun dan berkontribusi pada masa Agresi Militer II.

Ilustrasi Agresi Militer II dari Diorama di Vredeburg (guideku.com/Amertiya)
Ilustrasi Agresi Militer II dari Diorama di Vredeburg (guideku.com/Amertiya)

Pada saat itu, Tentara Pelajar membutuhkan tempat untuk berlindung. Selama hampir tiga tahun lamanya (1949-1951), Joglo Kelor pun beralih fungsi menjadi markas besar Tentara Pelajar.

Tidak hanya itu, pengurus Joglo Kelor pada saat itu, Sosro Pernoto, juga berkontribusi melalui sepedanya, lho.

Baca Juga: Menikmati Pantai Widodaren, Surga Tersembunyi di Jogja

Sepeda ini digunakan untuk mengantar pesan dengan anggota Tentara Pelajar yang bermarkas di tempat lain. Dan uniknya, sepeda ini masih ada sampai sekarang!

Bagi kamu yang penasaran, kamu bisa mengunjungi Museum Benteng Vredeburg untuk melihat sepeda yang dulu digunakan sebagai sarana perjuangan ini.

Sepeda Bapak Sosro Pernoto (guideku.com/Amertiya)
Sepeda Bapak Sosro Pernoto (guideku.com/Amertiya)

Saat ini, Joglo Kelor tidak lagi digunakan sebagai markas untuk berperang.

Sejak Oktober 2002, joglo ini resmi menjadi objek wisata sekaligus icon Desa Wisata Kampung Sejarah Kelor.

Kebetulan, Dusun Kelor sendiri juga menyediakan paket wisata berupa outbond dan kesempatan untuk melihat-lihat bagian dalam joglo.

Tampak Dalam Joglo Kelor (dewikadjar.com)
Tampak Dalam Joglo Kelor (dewikadjar.com)

Bagaimana? Tertarik untuk wisata ke Dusun Kelor sekaligus menilik bangunan yang menyimpan sejarah perjuangan bangsa ini?

Saat Guideku.com ke sini tidak ada tiket masuk di Desa Wisata Kampung Sejarah Kelor. Tapi kalau untuk info paket outbond di Desa Wisata Kampung Sejarah Kelor, kamu bisa cek ke official websitenya ya!

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB