Mitos di Balik Lukisan Merah Darah Situs Purbakala Tapurarang

Darah merah mengecap di sepanjang dinding tebing, mitos bergelayut ribuan tahun.

Dany Garjito | Aditya Prasanda
Selasa, 04 September 2018 | 12:36 WIB
Ilustrasi gua di laut (Unsplash)

Ilustrasi gua di laut (Unsplash)

Guideku.com - Dinding-dinding tebing di tepi selat yang menghubungkan Pulau Arguni dan Distrik Kokas, Fakfak, Papua Barat itu dipenuhi dengan cap tangan manusia berwarna merah darah.

Situs itu dikenal sebagai Situs Purbakala Tapurarang. Untuk mencapainya kita harus menumpang perahu masyarakat setempat.

Tak hanya cap tangan manusia, kita juga bisa menyaksikan gambar hewan macam buaya, kelabang dan ikan yang tersebar di banyak titik.

Lukisan yang diduga telah berada ribuan tahun lalu itu tak memudar sekalipun udara dan ombak menghantam tebing karang.

Konon lukisan tersebut merupakan buah kutukan seorang nenek yang menjelma setan kaborbor, masyarakat setempat mengenalnya sebagai penguasa laut paling menyeramkan.

Masyarakat memercayai sang nenek merupakan korban kapal karam yang enggan diselamatkan warga yang menetap di sekitar tebing ribuan tahun lalu.

Nenek yang murka melemparkan kutukan pada mereka. Warga menjemput maut dan meninggalkan sisa derita mereka pada dinding-dinding tersebut.

Cerita turun temurun itu lamat ditelan dari generasi ke generasi termasuk menyoal keberadaan tengkorak di sekitar tebing.

Versi yang lebih masuk akal meski tak dapat dipastikan kebenarannya ini dipercaya berasal dari ganasnya perang suku saat itu.

Baca Juga: Luluh Lantah Akibat Nuklir, ini 7 Penampakan Kota Mati Pripyat

Tatkala, para lelaki tengah pergi dari desa, musuh menyerbu pemukiman warga di daerah tebing.

Wanita dan anak-anak tak berdosa jadi sasaran perang tersebut.

Konon, mayat mereka diletakkan di sekitar area tebing, sebagai peringatan tragedi berdarah tersebut.

Masyarakat yang menganggap tempat itu begitu sakral bahkan tak berani mengubah dan memindahkan letak tulang belulang itu hingga hari ini.

Tapurarang (Instagram/Syam Ocean)
Tapurarang (Instagram/Syam Ocean)

 

Untuk dapat menuju ke Situs Tapurarang, sebelum kita menumpang perahu nelayan setempat, kita harus bertolak dari Kota Fakfak, menyisir perjalanan darat, menembus hutan menggunakan mobil maupun angkot menuju Distrik Kokas.

Gimana kamu tertarik mengunjungi situs bersejarah ini?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB