Travel

Dahulu Berbahaya, Kini Okunoshima Dihuni Ratusan Kelinci

Bagaimana kelinci-kelinci ini bisa menyusup dan jadi penghuni tetap pulau Okunoshima?

Dany Garjito | Aditya Prasanda

Okunoshima (Wikimedia Commons Jdlrobson)
Okunoshima (Wikimedia Commons Jdlrobson)

Guideku.com - Di antara hamparan Laut Pedalaman Seto, Pulau Okunoshima berdiri menawarkan lanskap alamnya nan memukau.

Pulau yang diselimuti varian vegetasi hijau nan menyegarkan mata ini dikepung lautan biru yang begitu luas.

Dahulu pada tahun 1939 hingga 1945, sebelum Perang Dunia II meletus, Pulau Okunoshima merupakan pulau terisolir yang digunakan pemerintah Jepang untuk memproduksi ribuan ton gas beracun.

Konon, racun ini digunakan untuk menyiksa warga sipil Cina, selama masa pendudukan Jepang di Negeri Tirai Bambu pada tahun 1930 hingga 1940-an.

Paska perang meredup, Pulau Okunoshima yang tak lagi digunakan, lantas ditinggalkan satu per satu penduduknya.

Siapa sangka, pulau ini kemudian jadi habitat ratusan kelinci nan menggemaskan.

Masyarakat setempat kemudian menjuluki pulau ini sebagai Usagi Jima atau Pulau Kelinci.

Di pulau ini, kita dapat menikmati lanskap alam nan menakjubkan sambil bermain bersama ratusan kelinci lucu tersebut.

Lantas dari manakah asal kelinci-kelinci ini?

Okunoshima (Wikimedia Commons WT Shared)
Okunoshima (Wikimedia Commons WT Shared)

Beberapa spekulasi menyeruak soal muasal hewan bertelinga panjang dan bermata bulat di Okunoshima.

The Guardian pernah merilis dugaan bahwa kelinci-kelinci ini dahulu digunakan sebagai bahan percobaan uji efektivitas gas beracun saat otoritas Jepang gencar memproduksi senjata kimia.

Namun hal ini dibantah professor politik Jepang di Universitas San Diego, Ellis Krauss.

Menurut Krauss, usai perang berakhir, seluruh kelinci percobaan di zaman itu telah disuntik mati.

''Seluruh kelinci percobaan di periode tersebut telah disuntik mati otoritas Amerika Serikat yang menyambangi Pulau Okunoshima selama masa pendudukan'' ujar Krauss, seperti dikutip Guideku.com dari The Dodo.

Sementara itu, kelinci-kelinci mungil yang hari ini mendiami Pulau Okunoshima diduga berasal dari kelinci-kelinci yang dilepaskan sekelompok anak sekolah yang mengunjungi pulau ini tahun 1971.

Merunut laporan yang sama, anak-anak tersebut melepaskan delapan ekor kelinci yang kemudian berkembang biak dengan begitu cepat, terlebih tak ada ancaman lain bagi mereka macam predator misalnya.

Hari ini, saat menyambangi Okunoshima, mudah kita disambut ratusan kelinci yang jadi penghuni tetap pulau ini.

Kita juga dapat memberikan sekantung makanan pada kelinci-kelinci mungil tersebut. Makanan-makanan itu dijual seharga 100 Yen atau setara Rp 14 ribu oleh pegiat wisata setempat.

BACA JUGA: 10 Foto Kvlatresna Villa, Rekomendasi Villa Bantul yang Private

Info review Hotel, Restoran, Cafe, dan Produk silakan hubungi kontak Guideku.com

Berita Terkait

Berita Terkini