Yang Wajib Diketahui Saat Menyimak Konser Paus Balin di Lautan

Menikmati boleh, asal jangan mengancam keselamatan mereka ya.

Dinar Surya Oktarini | Aditya Prasanda
Minggu, 28 Oktober 2018 | 17:30 WIB
Paus Balin (Pixabay Free Photos)

Paus Balin (Pixabay Free Photos)

Guideku.com - Paus Balin dikenal sebagai salah satu hewan yang gemar bernyanyi dan berdansa. Sasana konser mereka yakni di tengah lautan terdalam.

Konser gratis yang disajikan Paus Balin ini membuat banyak agen wisata merangkap sebagai promotor tur yang menggandeng banyak wisatawan menyaksikan keindahan nyanyian Paus Balin di habitat aslinya.

Tak hanya menarik minat para wisatawan, fenomena paus bernyanyi juga memantik penasaran sejumlah peneliti asal Jepang.

Mereka melakukan penelitian di perairan Pulau Ogaswara, Jepang.

Paus Balin (Wikimedia Commons NOAA)
Paus Balin (Wikimedia Commons NOAA)

 

Bertolak 1.000 kilometer dari Tokyo, kawasan perairan ini merupakan salah satu habitat Paus Balin di Jepang.

Kawasan ini juga jadi jalur perlintasan kapal kargo sekali dalam sehari.

Sekitar 26 Paus Balin jantan di perairan Ogaswara bernyanyi untuk menggoda Paus Balin betina.

Nyanyian mereka digunakan untuk menggaet pasangan, lantas kemudian dikawini.

Namun nyanyian-nyanyian tersebut akan terhenti begitu saja saat kapal kargo melintas.

Baca Juga: Salut, Negara Ini Punya Hari Libur Khusus Orang Lanjut Usia

Konon, suara mesin kapal dan baling-baling dapat membuat mereka merasa terancam.

Paus Balin jantan akan kembali bernyanyi setengah jam setelah kapal benar-benar menjauh dari teritori mereka.

Paus Balin (Wikimedia Commons Skeeze)
Paus Balin (Wikimedia Commons Skeeze)

 

Para peneliti memprediksi, segala macam rupa aktivitas manusia di perairan laut akan merubah secara drastis kebiasaan Paus Balin.

Peneliti dari Universitas Dalhousie, Linda Weilgart bahkan menyebut ancaman nyata ini dikhawatirkan dapat mengancam eksistensi Paus Balin.

''Paus Balin bernyanyi untuk bereproduksi, jika mereka diam sebab aktivitas kapal, kita patut curiga mereka jadi terganggu untuk melakukan aktivitas beranak-pinak, tentu ini membahayakan eksistensi mereka,'' ujar Linda seperti dikutip Guideku.com dari AFP.

So, jangan pernah berharap mendengarkan nyanyian Paus Balin secara lebih dekat dengan menaiki kapal laut. Selain mereka bungkam sebab merasa terancam, aktivitas kapal laut juga menggiring mereka menuju kepunahan lho.

Alangkah baik mendengarkan secara samar dan seksama dari pulau terdekat ya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB