Jadi Single Parents, Wanita Ini Raup Ratusan Juta dari Jual Cabai

Inspiratif nih!

Dinar Surya Oktarini | Aditya Prasanda
Minggu, 04 November 2018 | 17:30 WIB
Ilustrasi (Pixabay Free-Photos)

Ilustrasi (Pixabay Free-Photos)

Guideku.com - Tidak banyak orang yang berani mengambil risiko keluar dari pekerjaan lantas memilih mandiri membuka usaha sendiri. Terlebih usaha yang digeluti kemudian yakni bertani cabai.

Namun itulah pilihan yang diemban ibu dua anak asal Negeri Jiran, Nur Hashirah.

Tiga tahun lalu, wanita berusia 38 tahun ini memberanikan diri keluar dari perusahaan swasta tempat ia bekerja.

Keberanian Nur bermula setelah melihat kesuksesan seorang temannya yang meraup untung dari bertanam cabai.

Mantap, Nur Hashirah kemudian terjun ke bisnis cabai.

''Saya belum punya pengalaman yang cakap dalam bidang bisnis namun hal itu tak mengurungkan niat saya keluar dari pekerjaan lama. Beruntung, keluarga juga memberikan dukungan penuh,'' ungkap Nur Hashirah.

Nur Hashirah mulai menggeluti profesi barunya dengan menyewa sebidang tanah seluas 1,2 hektar di kawasan perkebunan Bukit Pelanduk, Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia. Di atas tanah lapang tersebut, Nur menanam ribuan bibit cabai.

Total, ia harus merogoh kocek sebesar RM 24.000 atau setara Rp 86 juta untuk menyewa tanah sekaligus membeli beberapa alat fetigasi pertanian dan 2.000 bibit cabai.

Bekal pengetahuan pun tak luput ia persiapkan jauh sebelum menapak profesi barunya itu.

''Sebelum memulai semuanya, saya belajar teknik penyemaian cabai di komunitas petani Pertumbuhan Peladang Kawasan Kuala Langat,'' tutur Nur Hashirah.

Baca Juga: Wisata Bertemakan Suasana Meksiko di Motel Mexicola Bali

Perlahan, ia kemudian menanam 4.000 bibit cabai lainnya.

''Setiap hari, saya pergi ke kebun memeriksa keadaan cabai yang sudah ditanam. Perawatannya pun tidak sulit, sebab itu saya memilih menanam cabai yang tidak membutuhkan banyak tenaga saat dikelola dengan teknologi modern,'' ujar ibu dua anak tersebut.

Berbekal sistem fertigasi, Nur Hashirah tak perlu lagi membajak kebun, ia pun tak perlu melakukan penyiangan dan penyemprotan pestisida ke tanaman.

Lahan cabainya yang telah dilengkapi sistem irigasi modern pun secara otomatis disirami air dengan alat yang sudah di-timer khusus.

Cabai ( Pixabay Jil111)
Cabai ( Pixabay Jil111)

 

Lima bulan paska menanam deret cabai pertamanya, Nur Hashirah berhasil memperoleh lima ton cabai dari ribuan bibit cabai yang ia tanam.

Dari lima ton cabai tersebut, ia berhasil merogoh kocek sebesar RM 30.000 atau setara Rp 108 juta.

Hari ini, selain cabai Nur juga menanam mentimun dan blewah menyiasati permintaan pasar Malaysia nan melonjak.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB