Sabtu, 31 Juli 2021

Berawal dari Sahabat, Museum Ini Koleksi Ribuan Rambut Perempuan

Di sini, rambut adalah harta berharga

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Rambut (Pixabay/Jo_Johnston)
Ilustrasi Rambut (Pixabay/Jo_Johnston)

Guideku.com - Selain barang-barang seni, ada pula berbagai museum unik di dunia yang dikhususkan untuk menyimpan benda-benda anti mainstream. Sebagai contoh, sebut saja museum toilet atau Disgusting Food Museum yang baru-baru ini dibuka.

Meski begitu, pernahkah kamu mendengar museum yang mengoleksi aneka jenis rambut perempuan?

Walau kedengarannya tak biasa dan bikin geli, nyatanya museum ini benar-benar ada. Malahan, tempat yang bernama Avanos Hair Museum ini sudah berdiri hampir 40 tahun lamanya dan tercatat di Guinness World Book of Records.

Terletak di kota kecil Avanos, Turki, museum rambut ini rupanya punya sejarah melankolis di balik pendiriannya.

Avanos Hair Museum (Google Maps)
Avanos Hair Museum (Google Maps)

Avanos sendiri sebenarnya merupakan sebuah kota bagi pengrajin tembikar dan keramik. Di sinilah sang pemilik museum, Galip Korukcu, tinggal dan menjual keramiknya.

Dikisahkan, Galip dekat dengan seorang perempuan yang merupakan sahabat baiknya. Namun, pada suatu hari, sang sahabat harus pindah dari Avanos.

Sebelum sahabatnya itu pergi, Galip pun meminta sesuatu agar dia bisa terus mengingat sahabatnya. Mendengar permintaan itu, sang sahabat pun memotong sebagian rambutnya dan memberikannya pada Galip.

Galip Korukcu lantas memutuskan untuk menggantungkan helaian rambut ini di ruang bawah tanah toko keramiknya. Seiring berjalannya waktu, Galip pun membagi kisahnya ini pada para pengunjung toko dan turis.

Avanos Hair Museum (Google Maps)
Avanos Hair Museum (Google Maps)

Tak disangka, kisahnya ini berhasil menyentuh hati para perempuan. Untuk menghibur Galip, mereka pun memutuskan untuk ikut memotong rambut dan memberikannya untuk dikoleksi.

Kini, Avanos Hair Museum sudah memiliki sekitar 16.000 sampel rambut perempuan dari seluruh dunia. Rambut-rambut ini digantungkan di sekeliling dinding gua bawah tanah dan dapat dikunjungi wisatawan.

Tak hanya itu, museum unik ini juga menyediakan gunting, kertas, pulpen, dan selotip bagi para tamu yang berminat untuk mendonasikan rambut mereka, lho! Di sini, tamu-tamu perempuan bisa memotong rambut mereka dan meninggalkan pesan apa pun yang mereka mau.

Aktivitas nyentrik ini juga bukan tanpa alasan. Setiap tahunnya, pada bulan Juni dan Desember, Avanos Hair Museum akan memilih 10 rambut dari koleksi yang ada dan menghadiahi pemilik rambut-rambut tersebut dengan liburan gratis ke Avanos.

Travelers tertarik untuk ikut menyumbangkan rambutmu di sini? Ingat, hanya berlaku bagi perempuan, ya!

Terkait

Terkini