Waduh, Satu-Satunya Tempat Bersalju di Indonesia Bakal Lenyap

Es abadi ini tak lagi abadi.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Kamis, 15 November 2018 | 15:00 WIB
Es Abadi Pegunungan Jayawijaya (Google Maps)

Es Abadi Pegunungan Jayawijaya (Google Maps)

Guideku.com - Kalau ditanya apakah Indonesia memiliki daerah bersalju, maka nama Pegunungan Jayawijaya di Papua pasti akan muncul di kepala.

Namun, dalam beberapa tahun ke depan, ada kemungkinan bahwa pertanyaan tersebut tak lagi memiliki jawaban. Apa yang yang dulunya disebut sebagai es abadi pun akan menjadi kenangan belaka.

Padahal, gletser dan salju yang melingkupi Puncak Jaya dan puncak-puncak lainnya di Pegunungan Jayawijaya ini terkenal sebagai satu-satunya tempat bersalju di Indonesia.

Tidak heran, dengan ketinggian di atas 4.000 mdpl, salju pun bisa terbentuk karena kondisi suhu yang sangat dingin serta banyaknya uap air di awan.

Es Abadi Pegunungan Jayawijaya (Google Maps)
Es Abadi Pegunungan Jayawijaya (Google Maps)

 

Meski begitu, para ahli menyatakan bahwa akan tiba saatnya kita harus mengucapkan selamat tinggal pada es abadi Pegunungan Jayawijaya.

Layaknya es kutub yang terpengaruh fenomena pemanasan global, rupanya luas area es abadi ini mulai mengalami penyusutan dari tahun ke tahun.

Jumlah penyusutannya pun tidak main-main. Pada tahun 1850 silam, tercatat luas es di Pegunungan Jayawijaya adalah 20 km2.

Baca Juga: Kece Abis, 5 Tempat Ini Jadi Surganya Pecinta Superhero Marvel

Namun, pada tahun 2010, luas es ini sudah menyusut menjadi 1 km2 dan pada tahun 2016 menjadi 500 m2.

Es Abadi Pegunungan Jayawijaya (Google Maps)
Es Abadi Pegunungan Jayawijaya (Google Maps)

 

Untuk mencapai satu-satunya daerah bersalju di Indonesia ini, travelers harus mendaki jalur yang terletak di beberapa perkampungan. Totalnya, ada sekitar 3-4 hari waktu perjalanan yang harus ditempuh.

Meski kedengarannya berat, namun hal ini bisa saja menjadi kesempatan terakhirmu untuk melihat es abadi yang tak lagi abadi.

Pasalnya, salju di Pegunungan Jayawijaya ini diperkirakan akan habis total pada tahun 2025-2030, yaitu sekitar 7 hingga 12 tahun dari sekarang.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB