Cafe Pekerjakan Orang Lumpuh Jadi Pelayan, Caranya Bikin Kagum

Cafe ini buktikan keterbatasan bukanlah halangan.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Minggu, 02 Desember 2018 | 19:00 WIB
Ilustrasi pelayan. (Unsplash/Bimo Luki)

Ilustrasi pelayan. (Unsplash/Bimo Luki)

Guideku.com - Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja. Hal itu dibuktikan sebuah cafe di Jepang bernama Dawn ver. beta yang baru saja dibuka tanggal 26 November lalu.

Pasalnya, pekerja Dawn adalah 10 orang yang memiliki penyakit seperti ALS atau cedera tulang belakang. Seperti yang kita ketahui, kondisi-kondisi ini mengakibatkan mereka lumpuh.

Namun, Dawn membuktikan bahwa keterbatasan yang dimiliki orang-orang tersebut tak lantas menghalangi semangat mereka dalam bekerja.

Melalui OriHime-D, robot setinggi 1,2 meter yang bisa berkomunikasi, berjalan-jalan, dan membawa aneka objek, Dawn pun mempekerjakan 10 orang tersebut sebagai pelayan.

Dawn, Cafe yang Pekerjakan Orang Lumpuh (youtube.com/)
Dawn, Cafe yang Pekerjakan Orang Lumpuh (youtube.com/)

 

OriHime-D sendiri merupakan robot yang dibuat perusahaan startup Ory khusus bagi mereka penyandang disabilitas.

Melalui robot ini, orang-orang yang lumpuh dapat beraktivitas dengan cara memberikan perintah lewat sebuah program khusus. Program tersebut dilengkapi sensor sehingga para penyandang disabilitas dapat mengetikkan perintah lewat gerakan mata.

Menurut Ory, hal ini dilakukan dengan maksud agar mereka yang lumpuh juga dapat tetap bekerja dan memiliki peran di dalam masyarakat. Para pekerja Dawn sendiri dibayar sebesar 1.000 yen atau Rp 126 ribu per jamnya. Tarif tersebut merupakan tarif standar pekerja part time di Jepang.

Baca Juga: Pemandian Air Panas di Karo Longsor, 7 Pengunjung Meninggal

Keberadaan Dawn dan OriHime-D juga terbukti sukses menarik perhatian publik dan membuat cafe tersebut ramai dikunjungi.

Dawn, Cafe yang Pekerjakan Orang Lumpuh (youtube.com/Kazumichi Moriyama)
Dawn, Cafe yang Pekerjakan Orang Lumpuh (youtube.com/Kazumichi Moriyama)

 

Meski begitu, seperti namanya yang masih menggunakan embel-embel versi beta, Dawn hanya akan buka sampai tanggal 7 Desember 2018 nanti.

Hal ini dikarenakan kafe robot yang berlokasi di Distrik Akasaka tersebut masih sepenuhnya bergantung pada dana crowdfunding.

Meski begitu, Dawn diharapkan dapat sepenuhnya buka dan mempekerjakan lebih banyak penyandang disabilitas pada tahun 2020 nanti.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB