(Instagram Wila Styvani)
Guideku.com - Bertolak 69 kilometer di sebelah timur Kota Waingapu, tepatnya di Desa Rindi, Sumba, sebuah kampung adat dengan suasana peradaban masa silam nan kental berdiri.
Di kampung ini, membentang rumah adat bergaya Sumba dengan menara tingginya yang khas pula deretan kuburan tua megalitik para bangsawan dengan beragam pahatan simbolik nan sarat makna.
Masyarakat setempat menyebutnya Kampung Adat Praiyawang. Di kampung ini, kita dapat menyimak barang-barang peninggalan leluhur macam tambur, gong dan pakaian adat berumur ratusan tahun masih terawat dengan baik.

Delapan rumah induk mengelilingi Kampung Adat Praiyawang dengan kuburan tua yang ditandai batu berukuran besar berbobot hingga 5 ton di tengah kawasan perkampungan.
Delapan rumah induk tersebut merupakan perlambang keturunan bangsawan dari Kampung Adat Praiyawang.
Tiga bagian dalam rumah adat Praiyawang mencerminkan simbol alam dalam keyakinan masyarakat Sumba, yakni alam atas (tempat bermukimnya para dewa), alam tengah (tempat manusia), dan alam bawah (kediaman para arwah).
Di antara delapan rumah induk, masing-masing memiliki peranan yang berbeda, pertama ada Rumah Besar, masyarakat Praiyawang menyebutnya Rumah Adat Harapuna atau Uma Bokul, difungsikan sebagai tempat penyimpanan penyimpanan mayat.
Baca Juga: Astronot NASA Pamer Indahnya Jawa dan Bali dari Luar Angkasa
Lalu ada pula Uma Ndewa yang digunakan untuk ritual adat cukuran bagi anak raja yang baru lahir.
Kemudian Uma Kopi, tempat minum kopi masyarakat adat Praiyawang.


Tak sulit menyambangi Kampung Adat Praiyawang, meski belum ada angkutan umum menuju destinasi wisata ini, kita dapat menyewa motor maupun mobil dari Waingapu menuju Praiyawang, melintasi jalanan aspal nan mulus dan tenang.