Ternyata Ini Alasan Mengapa Barongsai Selalu Ada Saat Perayaan Imlek

Sejarah Barongsai rupanya sarat akan makna.

Dinar Surya Oktarini | Arendya Nariswari
Kamis, 31 Januari 2019 | 11:30 WIB
Barongsai. (Pixabay/Cegoh)

Barongsai. (Pixabay/Cegoh)

Guideku.com - Tak terasa, Tahun Baru China atau Imlek tinggal hitungan hari ya, travelers?

Berbagai atribut khas Imlek berwarna serba juga sudah terlihat di berbagai sudut perkotaan dan berbagai destinasi wisata.

Travelers di sini juga pasti sudah tidak sabar untuk menyaksikan tarian barongsai saat perayaan Imlek kan?

Berbicara tentang Barongsai, travelers perlu tahu nih, kenapa pertunjukan seni tersebut selalu ada ketika perayaan Imlek.

Bukan sembarang tarian, rupanya Barongsai ini punya sejarah dan makna tersendiri.

Dilansir Guideku.com dari laman China Highlight, pertunjukan Barongsai ini selalu hadir saat Imlek dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat.

Banyak yang memiliki kepercayaan bahwa hantu dan roh jahat tidak menyukai atau takut dengan suara keras.

Sejarah Barongsai sendiri telah ada sejak masa Dinasti Chin, yakni kurang lebih sekitar abad ketiga sebelum masehi.

Barongsai. (Pixabay/Cegoh)
Barongsai. (Pixabay/Cegoh)

 

Beberapa versi sebenarnya menjelaskan terlahirnya Barongsai dalam perayaan Imlek.

Dahulu kala, pada masa Dinasti Qing, kabarnya sebuah wilayah di China mendadak diserang monster.

Monster ini hadir hingga menimbulkan rasa resah para penduduk.

Tiba-tiba muncul singa atau Barongsai yang membuat monster kemudian ketakutan dan pergi.

Namun sayang, singa tersebut pergi setelah penduduk kembali aman dan jauh dari serangan monster.

Ketika dicari warga, singa ini menghilang. Tiada yang tahu di mana keberadaan singa pemberani tersebut.

Baca Juga: Bikin Cewek Mimisan, Desa Ini Dihuni Pria Kekar nan Berotot

Pada akhirnya, warga berinisiatif untuk menciptakan kostum Barongsai.

Berbondong-bondong warga menyamar sebagai Barongsai, monster kembali ketakutan dengan munculnya penduduk berkostum singa itu.

Oleh karenanya, Barongsai selalu hadir di perayaan Imlek. Saat ini monster dilambangkan sebagai aura buruk yang kemudian diusir dengan kehadiran Barongsai.

Suara kembang api, pukulan gong serta simbal juga semakin melengkapi penampilan Barongsai saat Imlek dan dipercaya membawa keberuntungan.

Jenis Barongsai sendiri terbagi menjadi dua, yakni Singa Selatan dan Singa Utara.

Lalu apa bedanya?

Barongsai. (Pixabay/LifeP)
Barongsai. (Pixabay/LifeP)

 

Singa Selatan cenderung bersisik dan memiliki jumlah kaki bervariasi antara empat atau dua. Singa Selatan juga memiliki kepala bertanduk.

Lain halnya dengan Singa Utara. Singa Utara ini memiliki empat kaki dan menyerupai singa sungguhan.

Kesenian ini menggabungkan sejarah dan gerakan kungfu yang enerjik dan menakjubkan. Tak heran kalau penampilan Barongsai selalu ditunggu saat perayaan Imlek.

Wah, travelers pasti juga sudah tidak sabar ingin melihat penampilan Barongsai saat perayaan Imlek berlangsung kan?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB