Selasa, 16 Juli 2019

Bikin Miris, Lagi-lagi Hiu Paus Ditemukan Mati karena Telan Sampah Plastik

Setelah dibedah, sampah plastik berbentuk kantong besar ditemukan dalam perut hiu paus.

Dinar Surya Oktarini | Arendya Nariswari
Ilustrasi hiu paus. (Pixabay/Skeeze)
Ilustrasi hiu paus. (Pixabay/Skeeze)

Guideku.com - Masalah sampah plastik nampaknya hingga kini masih jadi mimpi buruk bagi alam dan lingkungan kita.

Baru-baru ini publik kembali dibuat sedih dengan ditemukannya hiu paus yang mati di Pantai Tanjung Aru, Sabah, Malaysia.

Diduga hiu paus ini mati kelaparan dan ketika dilakukan pembedahan, benar saja ditemukan sampah plastik kantong besar di dalam perutnya.

Ya, karena kelaparan hiu paus makan sampah plastik yang ada di laut.

Foto hiu paus mati karena sampah plastik ini diunggah oleh Departemen Perikanan Sabah dan telah tersebar di berbagai media sosial.

Dilansir oleh Guideku.com dari laman World of Buzz, banyak studi yang menyebutkan penyu muda berisiko tinggi mati akibat makan sampah plastik.

Tak seperti manusia, hewan laut cenderung memakan apa pun yang hanyut mengikuti arus termasuk sampah plastik.

UNESCO turut membenarkan bahwa setiap tahun, puing-puing plastik ini jadi penyebab utama kematian lebih dari satu juta burung laut dan lebih dari 100.000 hewan laut.

Hiu Paus kembali ditemukan mati karena sampah plastik. (Instagram/trashheromersing)
Hiu Paus kembali ditemukan mati karena sampah plastik. (Instagram/trashheromersing)

 

Lebih buruknya lagi, dilaporkan Greenpeace Malaysia melalui The Star, disebutkan bahwa Malaysia telah mengimpor plastik sebanyak 750.000 ton mulai Januari - Juli 2018.

Sedihnya, Malaysia hanya berhasil mendaur ulang sampah plastik sebesar 9 persen saja dari jumlah tersebut.

Tak hanya Malaysia, di Indonesia beberapa waktu lalu juga sempat ditemukan seekor hiu paus yang mati karena menelan terlalu banyak sampah plastik.

Peristiwa menyedihkan ini ada baiknya menjadi pelajaran bagi kita.

Mulailah dengan hal kecil seperti membawa tas sendiri saat belanja dan berkata tidak pada penggunaan kantong plastik.

Secara realistis, faktanya kita sudah terlambat, namun tak ada salahnya untuk melakukan perubahan kecil untuk lingkungan seperti menggunakan sedotan logam misalnya.

Yuk, sayangi lingkungan kita agar tidak ada lagi hewan laut mati karena sampah plastik.

Terkait

Terkini