Uniknya Kerajaan Daur Ulang Limbah Rock Garden of Chandigarh di India

Kerajaan yang satu ini juga dihuni ribuan patung unik lho.

Dany Garjito | Arendya Nariswari
Rabu, 06 Maret 2019 | 18:00 WIB
Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Pixabay/12019)

Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Pixabay/12019)

Guideku.com - Sudah bukan rahasia lagi memang kalau India punya sejuta destinasi wisata nan eksotis, salah satunya yakni Rock Garden of Chandigarh.

Rock Garden of Chandigarh ini bentuknya sekilas sangat mirip istana, lengkap dengan gedung dan taman pertunjukan.

Destinasi wisata ini juga punya julukan lain yaitu kerajaan daur ulang limbah.

Usut punya usut, Rock Garden of Chandigarh ini terbuat dari daur ulang limbah mulai dari pecahan keramik, kaca, batu bara dan tanah liat.

Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@garrisonmark)
Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@garrisonmark)

 

Tak hanya berupa tempat tinggal, Rock Garden of Chandigarh ini juga dilengkapi dengan berbagai patung hewan, penduduk desa hingga air terjun.

Bentuk bangunan dan patung unik inilah yang enjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk datang ke Rock Garden of Chandigarh.

Dilansir Guideku.com dari laman Times of India, kerajaan daur ulang limbah ini mulai dibuat oleh seorang petugas pemerintahan bernama Nek Chand Saini pada 1957.

Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@dianerasmussen)
Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@dianerasmussen)

 

Rock Garden of Chandigarh ini sendiri memiliki lebih dari 2.000 koleksi patung yang tersebar hingga di kawasan hutan.

Pemerintah daerah setempat juga telah mengusahakan agar Rock Garden of Chandigarh ini menjadi kawasan wisata yang banyak dikunjungi oleh turis.

Baca Juga: Dari Alkohol Sampai Burger, Nenek 98 Tahun Doyan Mukbang Viral

Rock Garden of Chandigarh ini menunjukkan bahwa limbah yang sudah tak terpakai ini bisa menjadi sebuah karya bernilai seni tinggi.

Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@vinay_a.k_alagh)
Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@vinay_a.k_alagh)

 

Usai diresmikan pada 1976, Rock Garden of Chandigarh ini menjadi salah satu pameran seni ternama.

Penggemar hasil karya Nek Chand Saini bahkan sempat membuatkan sebuah yayasan pada 1997.

Sang seniman Rock Garden of Chandigarh, Nek Chand Saini wafat pada 2015.

Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@decubreasiaconmigo)
Rock Garden of Chandigarh, kerajaan daur ulang limbah. (Instagram/@decubreasiaconmigo)

 

Namun karyanya hingga saat ini masih ramai dikunjungi baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bak prajurit penjaga Rock Garden of Chandigarh, patung-patung ini duduk bersila di kawasan taman wisata tersebut.

Jadi gimana nih travelers? Tertarik untuk mengunjungi kerajaan limbah daur ulang alias Rock Garden of Chandigarh yang unik ini?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB