Rabu, 19 Juni 2019

Selasa Pagi, Guguran Awan Panas Gunung Merapi Meluncur ke Kali Gendol

Awas panas berguguran selama 150 detik dengan jarak luncur 1.500 meter mengarah ke Kali Gendol.

Dany Garjito
Lereng Gunung Merapi di dusun Gondang, Pakem, Yogyakarta. (Suara.com/Somad)
Lereng Gunung Merapi di dusun Gondang, Pakem, Yogyakarta. (Suara.com/Somad)

Guideku.com - Gunung Merapi luncurkan awan panas pada Selasa pagi (12/3/2019) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi atau BPPTKG menyebutkan luncuran awan panas guguran itu terjadi pada pukul 04:56 WIB.

Awas panas guguran selama 150 detik dengan jarak luncur 1.500 meter tersebut mengarah ke Kali Gendol.

"Awan panas masih dalam jarak aman rekomendasi, masyarakat diimbau untuk tetap tenang," kata BPPTKG dalam keterangan tertulis, Selasa pagi.

Berdasarkan pengamatan guguran Gunung Merapi sejak Senin (11/3/2019) pukul 18.00 WIB sampai Selasa (12/3/2019) pukul 06.00 WIB, BPPTKG mencatat ada tujuh kali guguran lava ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter.

Sampai saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 KM dari puncak Gunung Merapi.

Sehubungan dengan kejadian guguran awan panas guguran dengan jarak luncurnya semakin jauh, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diharap tidak mudah terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi, media sosial BPPTKG atau ke kantor BPPTKG. (Antara)

SUARA.com/Pebriansyah Ariefana

Terkait

Terkini