Rabu, 27 Maret 2019

Kampung Cinta, Tempat Gadis Belia Jajakan Gelora Asmara Satu Malam

Gadis-gadis belia direstui oleh orangtuanya untuk menjajakan diri di rumah sendiri.

Dany Garjito
Ilustrasi wanita tuna susila. (Unsplash/Hadis Safari)
Ilustrasi wanita tuna susila. (Unsplash/Hadis Safari)

Ibu dua anak ini memilih jadi PSK karena butuh uang yang banyak. Sebelum jadi PSK, Ani mengaku sempat bekerja di sebuah pabrik sepatu di Subang.

"Saya bekerja begini karena kondisi ekonomi. Anak saya dua, yang pertama kelas 1 SMP dan yang kedua sudah TK. Mereka butuh biaya. Mantan suami saya tidak pernah memberikan nafkah buat anak-anak saya," ungkap dia.

Ani mengakui, sudah empat hari ini ia sepi pelanggan. Karena sudah beberapa hari sering hujan ketika malam hari.

Selain orang dari luar, pelanggannya juga banyak yang dari kalangan buruh yang bekerja di Pelabuhan Patimban. Ia mematok tarif Rp 200 ribu.

"Kalau pas buruh di Pelabuhan Baru ini gajian, di sini ramai," ungkapnya.

Kedua anaknya kini tinggal bersama ibu dan bapaknya di kampung. Ia sering pulang ke kampung untuk bertemu anak-anaknya, kadang dua minggu sekali.

Ani cerai dengan suami keduanya 5 tahun lalu, lantaran ada pihak ketiga. Ia menceritakan, saat hamil anak kedua, sang suami selingkuh dengan wanita lain.

Saat itu usia kandungannya 7 bulan. Pada waktu bersamaan, suaminya mengaku selingkuhannya juga hamil 2 bulan.

Karena memikirkan kondisi anak, Ani mengalah dan bertahan hingga setahun lebih, namun bercerai juga pada akhirnya.

Ani sudah dua kali menikah. Pernikahan pertamanya saat ia berusia 14 tahun, tamat Sekolah Dasar. Pernikahan pertamanya terjadi karena terpaksa.

Sang mantan suami pertama ketika itu berusia 17 tahun, melamar dirinya langsung kepada kedua orangtuanya.

Sudah biasa terjadi di kampungnya, anak yang tamat SD kalau tidak melanjutkan sekolah, bakal dinikahkan.

Tapi, ia masih punya impian. Suatu saat nanti, Ani ingin kembali hidup normal bersama anak-anaknya di kampung.

"Saya masih punya mimpi keluar dari tempat ini," pungkasnya penuh harap.

SUARA.com/Erick Tanjung

Terkait

Terkini